Example 970x250

Angka Gizi Buruk di Sulteng Masih Tinggi

Angka Gizi Buruk di Sulteng Masih Tinggi
Launching aplikasi Population Clock yang berfungsi untuk mengetahui jumlah penduduk, jumlah kematian, dan jumlah kelahiran sebagai rangkaian peringatan puncak HARGANAS ke-31 tingkat Sulteng di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu, 7 Agustus 2024. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

JURNAL LENTERA, PALU – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Novalina menyebut, angka gizi buruk di Sulawesi Tengah (Sulteng) masih tinggi, yakni sebesar 12,9 persen berdasarkan hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) di 2023.

Selain itu, berdasarkan hasil SKI di 2023, juga mencatat prevalensi stunting di Sulteng sebesar 27,2 persen. Sedangkan khusus nasional 21,5 persen. Lain halnya dengan underweight atau gizi kurang sebesar 24,4 persen dan overweight atau gizi lebih sebesar tercatat 2,6 persen.

“Mari kita bersama-sama besinergi dan berkolaborasi mengurangi stunting dan mencari jalan keluarnya,” ujar Novalina, saat menyampaikan sambutannya pada peringatan puncak Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-31 tingkat Sulteng di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu, 7 Agustus 2024.

BACA JUGA: Pemprov Sulteng Mulai Menyusun Langkah Tindak Lanjut Percepatan Penurunan Stunting

BACA JUGA:  Kolaborasi Kemenkes dan Kemenag: Pemeriksaan Kesehatan Gratis Siap Masuk Madrasah dan Pesantren

Ia menambahkan, peringatan HARGANAS ke-31 tahun ini, seiring dengan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2022 tentang optimalisasi kampung keluarga berkualitas.

Ia berharap, melalui momentum peringatan HARGANAS tahun ini, kualitas keluarga dapat terus meningkat sebagai upaya mewujudkan gerak cepat menuju Sulteng lebih sejahtera dan maju.

“Selamat hari keluarga kepada seluruh keluarga di Sulteng,” kata Novalina, mewakili Gubernur Sulteng.

BACA JUGA: Berikut Syarat Dokter Tetap Bisa Praktik di Tiga Tempat

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Sulteng, Tuty Zarfiana mengatakan, peringatan ini bertujuan untuk mensinergikan gerak dan langkah keluarga Indonesia dalam upaya meningkatkan peran stakeholder, tokoh masyarakat dalam pembangunan serta kewajiban berkeluarga.

“Semoga momentum kegiatan hari ini adalah waktu yang tepat merefleksikan pentingnya peran keluarga dalam kehidupan kita,” ungkap Tuty.

BACA JUGA:  Usai Lantik Direktur Baru RSUD Undata, Wagub Sulteng Ingatkan Pembenahan Layanan

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada kabupaten/kota dan stakeholder terkait.

Selain itu, juga dirangkaikan dengan launching Aplikasi Population Clock yang berfungsi untuk mengetahui jumlah penduduk, jumlah kematian, dan jumlah kelahiran.

Kegiatan ini dihadiri pula Kepala BKKBN RI yang diwakili Sekretaris Utama Tavis Agus Rayanto.

Laporan : Miswar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *