Example 970x250
Ragam  

Bappelitbangda Parigi Moutong: Kelompok Rentan saat Terjadi Bencana Harus Jadi Prioritas

Bappelitbangda Parigi Moutong: Kelompok Rentan saat Terjadi Bencana Harus Jadi Prioritas
Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan literasi kebencanaan yang dilaksanakan BRIN bersama UNESCO yang turut mellibatkan Universitas Budi Luhur Jakarta di Parigi Moutong beberapa waktu. (Foto: ROY LASAKKA/JURNALLENTERA.com)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, S.K.M, M.Kes., menyatakan kelompok rentan pada saat terjadi bencana harus menjadi prioritas dalam penanganan.

Ia menyebutkan, jumlah penduduk di Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 459,57 jiwa, terbanyak di Sulawesi Tengah. Jika dilihat dari jumlah tersebut, kelompok rentan yang terdiri dari orang tua, anak-anak, ibu hamil, dan masyarakat yang punya keterbatasan sangat banyak di Kabupaten Parigi Moutong.

Di satu sisi, Kabupaten Parigi Moutong, juga menjadi salah satu wilayah di Sulawesi Tengah yang rentan terhadap bencana. Tidak hanya, bencana gempa bumi, di Kabupaten Parigi Moutong juga rentan terhadap bencana banjir dan tanah longsor.

BACA JUGA: Dinas PKP Parigi Moutong Belum Setujui Penetapan Lima Lokasi Perumahan Rawan Bencana

BACA JUGA:  Apresiasi Mahakarya Guru dan Tenaga Kependidikan di Parigi Moutong Digelar Meriah

“Apalagi ketika memasuki musim penghujan, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Parigi Moutong rawan terhadap bencana,” ujar Irwan di Parigi, pada Jum’at, 23 Mei 2025.

BACA JUGA: Bappelitbangda Parigi Moutong Kawal Program Prioritas Nasional, Fokus Stunting dan Makan Bergizi Gratis

Menurutnya, di Kabupaten Parigi Moutong perlu adanya peningkatan kesadaran kepada publik terhadap kelompok rentan. Seperti kegiatan literasi kebencanaan yang dilaksanakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang turut mellibatkan Universitas Budi Luhur Jakarta di Parigi Moutong beberapa waktu.

Kegiatan tersebut, kata dia, sangat bermanfaat, tidak hanya kelompok rentan, tapi bagi seluruh masyarakat terhadap suatu bencana yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi.

BACA JUGA:  Langgar Financial Fair Play, Everton Dijatuhi Hukuman Pengurangan 10 Poin

“Ketika terjadi suatu bencana, siapa pun dia akan menjadi korban. Apalagi, kelompok rentan. Sehingga, dalam penanganan suatu bencana, kelompok rentan harus mendapat perlakuan khusus. Kami berharap, kegiatan seperti yang dilaksanakan oleh BRIN dan UNESCO itu, dapat berkelanjutan di Parigi Moutong,” katanya.

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *