Example 970x250
Ragam  

BKKBN Sulteng Gelar Rekonsiliasi Stunting

Rekonsiliasi TPPS yang dilaksanakan BKKBN Perwakilan Sulteng, Rabu, 2 November 2022. (Foto: Humas DKIPS Sulteng)

JURNAL LENTERA, PALU – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Rekonsiliasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Rabu, 2 November 2022. Kegiatan tersebut, juga dirangkaikan dengan pengukuhan Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) Sulteng 2022.

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Tenny Calvenny Sariton, S.Sos, M.M., kegiatan rekonsiliasi dilatar belakangi oleh Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, tentang percepatan penurunan Stunting yang bertujuan mensinergikan program kegiatan percepatan penurunan Stunting di Sulteng.

BACA JUGA: BKKBN Sulteng Gelar Audit Stunting di Parimo

Selain itu, meningkatkan kualitas pelaksanaan percepatan penurunan Stunting dan mewujudkan kesepahaman bersama TPPS tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Tidak hanya itu, juga menggali permasalahan atau kendala dalam proses implementasi program percepatan penurunan Stunting serta meningkatkan komitmen maupun peran pemerintah daerah dalam proses kerja sama TPPS.

BACA JUGA:  Minahasa Tenggara Ingin Tiru Pengembangan Bibit dan Durian di Parigi Moutong

BACA JUGA: Wapres Minta Dukungan Penyuluh Agama, Da’i, dan Da’iyah Tangani Stunting

Dia berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kerja sama lintas sektor antara anggota tim percepatan penurunan Stunting di Sulteng.

“Kami juga berharap kegiatan ini, bisa meningkatnya sinergitas program kegiatan percepatan penurunan Stunting dalam mewujudkan lima pilar strategi-strategi nasional seperti yang tertuang pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan Stunting,” ujar Calvenny, dalam sambutannya.

Samentara itu, Pejabat Sekretaris Daerah, Dr. Rudy Dewanto, SE, MM, mengatakan dengan adanya kegiatan rekonsiliasi, semua stakeholder akan memiliki kesamaan data, pemahaman dan tindakan untuk gotong royong menurunkan prevelensi Stunting di Sulteng dari 29,7 persen menjadi 11 persen di 2024.

BACA JUGA:  Miliaran Sisa Anggaran Pilkada Dikembalikan ke Pemda Parigi Moutong

Dia berharap, dengan hadirnya Kepala BKKBN RI dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG dapat memberikan pencerahan dan penguatan kepada seluruh TPPS se-Sulteng.

“Selain itu, dengan adanya pengukuhan bapak/bunda asuh anak Stunting dapat membantu penanggulangan Stunting di Provinsi Sulteng,” tandas Rudy saat membacakan sambutan Gubernur Sulteng.

Sumber : Humas DKIPS Sulteng

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *