Ragam  

Gubernur Anwar Hafid Resmikan Dapur Makan Bergizi Gratis di Parigi Moutong

Gubernur Anwar Hafid Resmikan Dapur Makan Bergizi Gratis di Parigi Moutong
Gubernur Sulteng Anwar Hafid, saat meresmikan dapur MBG SPPG NDR Loji di Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu, 24 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Anwar Hafid, meresmikan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) NDR di Kelurahan Loji, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu, 24 Januari 2026.

Keberadaan dapur tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Tetapi, juga mendorong kemandirian pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Anwar Hafid mengaku mengapresiasi kualitas fasilitas SPPG NDR Loji yang dinilainya sangat layak dan memenuhi standar kebersihan serta kesehatan.

BACA JUGA: Rapat dengan 22 Tenant IMIP, Gubernur Sulteng Tegaskan Tata Kelola Berbasis Lingkungan

“SPPG NDR ini luar biasa. Saya sudah meninjau beberapa SPPG, tetapi yang ini sangat layak. Ruangannya bagus, steril, kebersihannya terjaga, seluruh ruangan ber-AC, dan yang paling penting para karyawannya sangat bersemangat,” ujar Anwar Hafid didampingi Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase.

BACA JUGA: 606 Desa di Sulteng Masih Blank Spot, Gubernur Anwar Hafid Minta Intervensi Pemerintah Pusat

BACA JUGA:  Satresnarkoba Polres Parigi Moutong Ungkap Peredaran Sabu di Torue

Ia menegaskan, program MBG harus dipandang sebagai bagian dari strategi besar pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jumlah dapur MBG ke depan akan berdampak langsung pada tingginya kebutuhan bahan pangan lokal, seperti telur, sayuran, dan komoditas hasil pertanian lainnya.

“Kalau nanti ada lima SPPG dan masing-masing menyiapkan tiga ribu porsi per hari, bahan bakunya dari mana kalau tidak kita siapkan dari sekarang,” katanya.

Ia pun meminta pemerintah desa dan kelurahan agar aktif mendorong masyarakat menyiapkan sumber-sumber bahan pangan dari wilayah masing-masing guna mendukung keberlanjutan program MBG.

“Ini membutuhkan sinergi. Desa dan kelurahan harus mengimbau masyarakat untuk menyiapkan sumber bahan pokok. Jangan sampai programnya besar, tapi bahan pangannya justru bergantung dari luar daerah,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong yang dinilai telah memiliki terobosan dalam menyiapkan basis produksi pangan lokal sebagai penopang program MBG.

BACA JUGA:  Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 Disosialisasikan

“MBG ini tidak harus bergantung dari luar daerah. Justru harus menghidupkan potensi pangan dan UMKM dari dalam Parigi Moutong,” tuturnya.

Dapur MBG SPPG NDR Loji yang dikelola Yayasan Mombangu Tuvu Ntodea tersebut diharapkan menjadi model pengelolaan dapur gizi yang tidak hanya memenuhi standar kesehatan. Tetapi, juga memperkuat rantai pasok pangan lokal.

“Kalau ini berjalan dengan baik, dampaknya bukan hanya pada perbaikan gizi masyarakat. Tetapi, juga menggerakkan ekonomi lokal,” tandasnya.

Laporan : Miswar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *