Kemdiktisaintek Gandeng AMINEF Perluas Akses Beasiswa dan Kolaborasi Akademik dengan AS

Kemdiktisaintek Gandeng AMINEF Perluas Akses Beasiswa dan Kolaborasi Akademik dengan AS
Pertemuan antara Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, dengan Eksekutif Direktur AMINEF, Sandra Hamid, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Rabu, 13 Agustus 2025. (Foto: Dok Kemdiktisaintek)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengadakan audiensi dengan American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Hal itu menjadi pembahasan dalam pertemuan antara Kemdiktisaintek dan AMINEF pada Rabu, 13 Agustus 2025. Pembahasan dalam pertemuan tersebut berfokus pada peningkatan akses beasiswa pendidikan di Amerika Serikat (AS) serta pengembangan akademik melalui program scholar visit dan staff exchange.

Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk menyesuaikan program beasiswa dengan kebutuhan pembangunan talenta nasional Indonesia.

BACA JUGA: Siap Difungsikan, Progres Sekolah Rakyat IA Capai 98,3 Persen Jelang Tahun Ajaran Baru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengajak lembaga pendidikan di AS untuk bergabung dalam skema pendanaan beasiswa guna mengakomodasi tingginya permintaan dari Indonesia.

BACA JUGA: Menkes dan Mendiktisaintek Luncurkan KOMBERS, Dorong Transformasi Pendidikan dan Layanan Kesehatan Nasional

BACA JUGA:  Basarnas Palu Tanam 100 Bibit Mangrove di HUT ke-51

“AS menjadi tujuan pendidikan favorit bagi banyak pelajar Indonesia, karena kualitas pendidikan yang diakui secara global,” ujarnya.

Ia menuturkan, pihaknya tengah menjajaki kemungkinan kerja sama serupa dengan negara-negara lain yang memiliki program beasiswa unggulan, seperti Australia, Perancis, dan Inggris. Hal tersebut bertujuan untuk memperluas kesempatan bagi lebih banyak talenta muda Indonesia yang ingin mendapatkan pendidikan berkualitas di luar negeri.

Ia berharap, AMINEF dapat memperluas peluang kolaborasi dengan mitra-mitra di AS, seperti pemerintah dan universitas yang menawarkan dukungan tambahan seperti beasiswa atau potongan biaya kuliah (tuition waiver) untuk penerima beasiswa dari Indonesia.

“Dengan anggaran yang terbatas, kami berharap dapat meningkatkan jumlah penerima beasiswa dari 4.500 menjadi 5.000 hingga 6.000 orang,” katanya.

Eksekutif Direktur AMINEF, Sandra Hamid, menyambut positif inisiatif tersebut dan berkomitmen memperluas peluang kerja sama, termasuk dalam bentuk pertukaran tenaga pengajar dan program-program akademik lainnya.

“Kami juga memiliki program untuk mengirimkan dosen Indonesia ke luar negeri. Ini adalah langkah penting untuk mempererat hubungan akademik antara kedua negara,” tandasnya.

BACA JUGA:  Kementan Akan Menyalurkan 50.000 Pompanisasi ke Seluruh Indonesia

AMINEF adalah organisasi binasional yang mengelola berbagai program beasiswa Fulbright dan program pertukaran pendidikan lainnya, yang didanai oleh pemerintah AS dan Indonesia. Melalui kerja sama ini, diharapkan lebih banyak pelajar Indonesia dapat mengakses pendidikan tinggi di luar negeri dan membawa pulang ilmu untuk kemajuan bangsa.

Laporan : Multazam

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *