Example 970x250

Mahfud: Berat Rasanya Membubarkan Al Zaytun

Mahfud: Berat Rasanya Membubarkan Al Zaytun
Menko Polhukam Mahfud MD saat bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Foto: REPUBLIKA/PRAYOGI)

JURNAL LENTERA, YOGYAKARTA – Meski dugaan tindak pidana Panji Gumilang dipastikan masih diusut, Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup Ponpes Al Zaytun. Saat ini, kasus dugaan penistaan agama terkait Al Zaytun berstatus penyidikan di Bareskrim Polri.

“Ketika terjadi peristiwa ini, berat rasanya kita membubarkan Al Zaytun. Bagaimana membubarkan anak sebanyak 5.400 orang yang sekarang sedang belajar dari SD, SMP, SMA dan pesantrennya itu. Mau dikemanakan? Kalau mau diusir melanggar hak konstitusional,” kata Mahfud, Sabtu, 15 Juli 2023.

Menurut Mahfud, sikap tersebut seperti yang telah ditempuh pemerintah terhadap Ponpes Al Mukmin Ngruki milik Abu Bakar Ba’asyir yang saat itu merupakan salah satu pentolan teroris di Indonesia.

BACA JUGA:  Jesse Lingard akan Berkunjung ke Indonesia pada Juni

“Kalau kita sudah main tangan besi membubarkan lembaga pendidikan, bagaimana nanti masa depan negara hukum kita? Kita tidak punya sejarah sekali pun membubarkan lembaga pendidikan,” ujar Mahfud.

Mahfud mengemukakan, bahwa selama ini Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang merasa nyaman dengan posisinya sehingga melakukan sejumlah dugaan tindak pidana.

“Panji Gumilang ini merasa sangat nyaman kemudian melakukan dugaan tindak pidana dan penodaan terhadap agama menurut ukuran orang umum,” kata Mahfud.

BACA JUGA: Mahfud MD Sampaikan Tiga Tindakan Tangani Polemik Al-Zaytun

Mahfud menuturkan, bahwa Al Zaytun memiliki akar dari Negara Islam Indonesia (NII) Komandemen Wilayah (KW) IX yang merupakan hasil operasi intelijen pemerintahan Orde Baru untuk memecah anggota NII “asli” yang didirikan Kartosoewirjo.

BACA JUGA:  Tim SAR Maksimalkan Pencarian Korban Longsor di Hari Kelima Operasi

BACA JUGA: Mahfud : 145 Rekening Sudah Dibekukan Terkait Al Zaytun

Setelah NII berhasil dipecah, kemudian Panji Gumilang yang merupakan bagian dari organisasi itu memisahkan diri dan mendirikan Pondok Pesantren Al Zaytun pada 1996. Sejak saat itu, lanjut Mahfud, pemerintah Orde Baru memberikan dukungan kepada ponpes tersebut.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *