JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong melalui Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syamsu Najamudin, S.Pd., bersama sejumlah perangkat daerah, mengikuti rapat nasional yang digelar di ruang rapat Bupati, pada Senin, 21 April 2025.
Rapat tersebut membahas penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, di tengah tantangan ekonomi global yang terus berlangsung.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, menekankan pentingnya menjaga inflasi tetap rendah, karena akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya kalangan kecil.
“TPID menjadi garda terdepan daerah dalam mengendalikan harga. Stabilitas harga menjadi kunci untuk mempertahankan daya beli masyarakat,” ujar Tito Karnavian.
BACA JUGA: Semarak Peringatan HUT ke-23 Kabupaten Parigi Moutong
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyoroti pentingnya pendidikan sebagai strategi jangka panjang untuk mengatasi kemiskinan.
Ia lantas memperkenalkan program Sekolah Rakyat yang bertujuan memberikan akses pendidikan luas kepada masyarakat kurang mampu.
“Sekolah Rakyat’ bukan sekadar pendidikan alternatif, melainkan fondasi pembangunan sosial. Dengan pendidikan, masyarakat bisa bangkit dan mandiri,” katanya.
Dari sisi inflasi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan per Maret 2025, tercatat 1,03 persen, menunjukkan tren yang terkendali. Meski demikian, inflasi bulanan mengalami kenaikan sebesar 1,65 persen, terutama disebabkan lonjakan harga pada kelompok makanan, minuman, serta energi rumah tangga.
Pemda Parigi Moutong menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mengendalikan inflasi serta mempercepat pengentasan kemiskinan melalui inovasi di sektor pendidikan dan ekonomi.
Laporan : Miswar











Respon (1)