JURNAL LENTERA, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP), Badan Pusat Statistik (BPS), serta Badan Pengelola Tabungan Rakyat (BP Tapera) menggelar rapat koordinasi untuk membahas rencana pembangunan rumah bagi para guru.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan pembangunan rumah bagi guru merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan mendukung profesionalisme mereka di sekolah.
BACA JUGA: Gubernur Sulteng Sebut Pendidikan Prioritas Utama dan Janjikan Beasiswa Bagi Siswa Berprestasi
“Semoga kita bisa memberikan pelayanan yang baik untuk guru dengan menyediakan tempat tinggal yang layak, sehingga mereka dapat lebih fokus dalam mengajar,” ujarnya.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan pemerintah berkomitmen untuk membangun rumah bagi para guru sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA: KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi Sejak Dini kepada Pelajar
“Pak Presiden Prabowo berpesan agar penerima bantuan ini tepat sasaran dan rumah yang diberikan benar-benar layak huni bagi para guru,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, kata dia, pemerintah akan segera menyusun Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemendikdasmen, KemenPKP, dan BPS guna memastikan bantuan perumahan ini dapat segera terealisasi.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan pihaknya siap menyediakan data guru yang memenuhi syarat untuk memperoleh hunian bersubsidi.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemendikdasmen agar pemanfaatan data dapat berjalan optimal dan bantuan ini diberikan kepada mereka yang benar-benar berhak,” ungkapnya.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan hingga awal Maret 2025, pihaknya telah menyiapkan rumah subsidi bagi para guru.
“Kami siap mengawal program ini agar guru-guru di Indonesia bisa mendapatkan hunian yang layak,” ujarnya.
Laporan : Miswar











