JURNAL LENTERA, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya menanamkan nilai-nilai integritas sejak usia dini. Kali ini, Direktorat Jejaring Pendidikan KPK menggelar audiensi interaktif dan edukatif bersama pelajar Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al Mubarak di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Rabu, 26 Februari 2025.
Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kritis siswa tentang bahaya korupsi dan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.
Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi KPK, Sepvina, menekankan bahwa korupsi tidak hanya berupa kejahatan besar yang dilakukan pejabat negara, tetapi juga dapat berawal dari tindakan sederhana yang dianggap sepele.
“Tindak pidana korupsi berbeda dengan perilaku koruptif. Perilaku koruptif ini justru harus diwaspadai karena sering kali berawal dari tindakan sederhana, seperti mengabaikan aturan lalu lintas atau tidak disiplin dalam belajar,” ujarnya.
Ia mengatakan, kebiasaan buruk yang dibiarkan sejak kecil dapat menumbuhkan sikap permisif terhadap korupsi di kemudian hari. Oleh karena itu, membangun karakter antikorupsi harus dimulai sejak dini dengan menanamkan nilai-nilai integritas dalam setiap aspek kehidupan.
BACA JUGA: Pendidikan dan Digitalisasi Jadi Pilar Indonesia Emas 2045
Dalam kegiatan ini, KPK memperkenalkan sembilan nilai antikorupsi yang dirangkum dalam akronim ‘Jumat Bersepeda KK’, yaitu Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Konsisten, Kerja Keras, dan Adil.
Nilai-nilai ini diharapkan menjadi pedoman bagi generasi muda agar terbiasa menerapkan perilaku baik serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan bersih dan berintegritas.
BACA JUGA: Pemugaran TK Kemala Bhayangkari Polda Sulteng Langkah Nyata untuk Pendidikan Anak Usia Dini
“Tidak ada seseorang yang tiba-tiba menjadi koruptor. Perilaku koruptif sering kali sudah tertanam sejak kecil melalui tindakan-tindakan yang dibiarkan berkembang tanpa koreksi. Sebaliknya, menjadi pribadi yang berintegritas membutuhkan pembelajaran konsisten, latihan berkelanjutan, dan lingkungan yang mendukung,” katanya.
Kepala Sekolah SMPIT Al Mubarak, Iman Sobirin, menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan wawasan baru bagi siswa tentang pentingnya membangun karakter antikorupsi sejak dini.
“KPK bukan hanya tentang penindakan, tetapi juga tentang membangun karakter dan sikap antikorupsi sejak dini. Anak-anak sangat antusias, mereka senang dan mendapatkan banyak wawasan baru yang membentuk pola pikir kritis mereka terhadap isu-isu korupsi,” ungkapnya.
Ia mengatakan, nilai-nilai antikorupsi telah disisipkan dalam berbagai mata pelajaran di sekolah, sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan.
“Dengan demikian, para siswa tidak hanya memahami teori tentang korupsi, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sebagai bagian dari edukasi, para siswa juga diajak menonton film pendek inspiratif dari ajang Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2019 berjudul ‘HP Dinas’ garapan Salman Film Academy. Film ini menggambarkan secara nyata dampak destruktif korupsi dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan gambaran bahwa tindakan koruptif bisa muncul dari hal-hal kecil yang sering dianggap biasa.
Dengan pendekatan edukatif ini, KPK berharap generasi muda tumbuh dengan kesadaran penuh akan bahaya korupsi dan memiliki keberanian menolaknya dalam bentuk sekecil apa pun. Langkah ini diharapkan berkontribusi dalam menciptakan generasi berintegritas demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi.
Laporan : Multazam












Respon (1)