Ragam  

Penjelasan Sekda Parimo soal Penanganan Banjir Susulan di Torue

Kondisi pemukiman warga di Dusun II Desa Torue pasca banjir bandang yang terjadi pada Kamis malam. Foto diambil menggunakan drone pada Jum'at, 29 Juli 2022. (Foto: ARKI ARIANGGARA GAIB/ABDI Sulteng)

JURNAL LENTERA, PARIMO – Hingga kini, Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, tercatat tiga kali dilanda banjir susulan sejak pascabanjir bandang yang menewaskan tujuh orang warga pada 28 Juli 2022.
Bahkan, pada Senin, 22 Agustus, Desa Torue kembali diterjang banjir yang terjadi pada siang hingga malam hari. Hingga membuat warga panik dan terpaksa mengungsi. Penyebabnya, diduga kuat akibat luapan air sungai di Desa Torue.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Parimo, Zulfinasran Achmad, penyebab terjadinya luapan air hingga menggenangi pemukiman warga, karena terdapat titik pertemuan aliran Sungai Sampoloe yang jalurnya berbelok. Sehingga, ketika debit air sungai mengalami peningkatan, maka mengakibatkan luapan air.

BACA JUGA: Desa Torue Kembali Diterjang Banjir, Warga Dievakuasi

Terkait penanganannya, hal tersebut menjadi kewenangan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) yang telah beberapa kali melakukan upaya penanganan. Bahkan, dia mengaku turut melihat langsung upaya yang dilakukan pihak BWS.
Pada prinsipnya, semua hal itu, dilakukan secepat mungkin tertangani.
Sedangkan menurut pihak BWS, dititik pertemuan aliran Sungai Sampoloe yang terdapat jalur sungai berbelok akan dibuatkan tanggul menggunakan jenis batu gajah.

BACA JUGA:  Disdukcapil Parigi Moutong Perketat Prokes

“Hanya saja, di wilayah setempat tidak memiliki spot yang tersedia jenis batu tersebut,” ujar Sekda Zulfinasran, Selasa, 23 Agustus 2022.

BACA JUGA: Berikut Data Real Warga Korban Banjir Torue yang Direlokasi

Menindaklanjuti hal itu, pihak BWS juga telah menyampaikannya.
Berkaitan dengan hal itu, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan terkait telah diterbitkannya izin pengelolaan batu yang diperuntukan bagi pembuatan tanggul.
Dia meminta kepada masyarakat, agar dapat memahami kondisi yang terjadi saat ini. Pada dasarnya, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah dan pusat tidak diam dan tetap berupaya secepat mungkin menangani persoalan ini.

“Pada intinya, kami sebagai pihak pemerintah, baik pak Bupati maupun pak Wakil Bupati tetap konsen menangani persoalan ini,” tandasnya.

BACA JUGA:  Gubernur Sulteng Soroti Maraknya Produk Merugikan Konsumen

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *