Example 970x250
Ragam  

SIKIM Parigi Moutong Segera Aktif, Pemkab Targetkan PAD dan Ekspor

SIKIM Parigi Moutong Segera Aktif, Pemkab Targetkan PAD dan Ekspor
Ilustrasi industri kelapa. (Foto: By AI)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memastikan Sentra Industri Kecil Menengah (SIKIM) di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara segera dioperasikan.

Pengoperasian kawasan industri tersebut ditargetkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong produksi komoditas kelapa untuk pasar ekspor.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, mengatakan seluruh fasilitas bangunan di kawasan SIKIM akan dimanfaatkan oleh perusahaan asal Sulawesi Tengah yang siap mengelola kegiatan industri secara terpadu dari hulu hingga hilir.

“Dalam waktu dekat SIKIM akan segera dioperasikan. Kebutuhan mereka 7.000 kelapa biji per hari. Sehingga, Pemkab Parigi Moutong diminta menjamin ketersediaan bahan baku tersebut. Nanti kerja samanya melalui MoU,” ujar Erwin di Parigi pada Senin, 23 Februari 2026.

Menurutnya, jaminan ketersediaan bahan baku menjadi faktor penting agar operasional industri berjalan stabil. Pemerintah daerah saat ini tengah mengatur skema pemenuhan pasokan kelapa dari petani sebagai bentuk dukungan terhadap perusahaan pengelola.

BACA JUGA:  Sangulara Sulteng Desak Hentikan Transaksi Politik Anggaran Lewat Pokir DPRD

Selain itu, pemerintah daerah juga menegaskan harga pembelian kelapa harus mengikuti mekanisme pasar agar tidak merugikan petani.

Kebijakan tersebut diambil berdasarkan pengalaman sebelumnya, di mana harga yang ditetapkan dalam nota kesepahaman tidak menyesuaikan kondisi pasar. Sehingga, petani memilih menjual hasil panennya ke tempat lain.

“Kalau harga tidak mengikuti pasar, tentu petani tidak akan menjual ke situ. Mereka pasti memilih menjual ke tempat lain,” katanya.

Ia menjelaskan seluruh proses produksi nantinya akan ditangani oleh pihak perusahaan. Termasuk penyediaan peralatan industri karena saat ini fasilitas di kawasan SIKIM masih berupa bangunan.

Produk yang dihasilkan direncanakan untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Pemerintah daerah juga menyiapkan skema kerja sama bagi hasil antara perusahaan dan pemerintah daerah sebagai upaya meningkatkan PAD.

BACA JUGA:  Hutan dan Lahan di Desa Jononunu Parigi Moutong Terbakar

“Melalui pengoperasian SIKIM Avolua, kami berharap kawasan industri tersebut dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tandasnya.

Laporan : Mifta’in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *