banner 1280x180

Petugas Lapas Luwuk Gagalkan Penyelundupan 2000 Butir THD

  • Bagikan
Tampak terduga pelaku penyelundupan 2000 butir pil THD berinisial A saat diamankan petugas Lapas Kelas II B Luwuk di Kabupaten Banggai, Ahad, 2 Januari 2022. (Foto: Istimewa)

JURNAL LENTERA – Petugas di Lapas Kelas II B Luwuk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, berhasil gagalkan penyelundupan 2000 butir Pil Trihexyphenidyl (THD) yang disembunyikan di dalam dua bungkus nasi oleh pengunjung berinisial A pada Ahad, 2 Januari 2022.

“Informasi penyelundupan pil THD itu dikirimkan kami terima dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk, Yugo Indra Wicaksin,” ungkap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Lilik Sujandi, dalam keterangan tertulisnya.

Dia mengatakan, pengunjung tersebut diketahui berinisial A warga P. Bokan Kabupaten Luwuk. Rencananya, barang haram itu ditujukan kepada Warga Binaan (Wabin) berinisial AB.

Menurut dia, aksi penyeludupan THD itu berhasil digagalkan berawal dari kecurigian dua orang petugas Pengaman Pintu Utama (P2U), yakni Rizki Fauzi Mayendra dan I Gede Agus Suranto.

BACA JUGA: Kronologi Penangkapan Mantan Kapolsek Sepatan Terkait Kasus Narkoba

BACA JUGA: Polisi Bekuk 2 Pria Terduga Pengedar Pil THD

Saat itu, pengunjung A terlihat sangat gugup serta ragu-ragu saat ditanya dan diperiksa oleh petugas.

Setelah di periksa secara teliti, didapati dua bungkus pil THD tersebut.

“Pihak Lapas Luwuk langsung menyerahkan barang bukti yang ditemukan kepada Sat Narkoba Polres Luwuk untuk dapat diproses lebih lanjut,” kata dia.

Lilik mengapresiasi kinerja Lapas Luwuk dalam penggagalan penyelundupan narkoba tersebut, dan tidak lengah meskipun di hari libur.

Dia menambahkan, kejadian tersebut menjadi contoh baik bagi seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dilingkungan Kanwil Kemenkumham Sulteng, dan juga diseluruh Indonesia.

Lilik pun mengingatkan, seluruh jajaran pada Lapas dan Rutan untuk selalu melaksanakan mitigasi lapangan, serta mengenal titik strategis yang dicurigai sebagai celah masuknya barang-barang terlarang.

“Kejadian ini kita jadikan sebagai indikator bahwa upaya penyelundupan narkoba itu, masih ada dan akan selalu mencari celah untuk memasukan narkoba ke dalam Lapas. Terus tingkatkan upaya deteksi dini dan perkuat kewaspadaan tidak hanya ke dalam tetapi juga ke luar,” pungkasnya.

BACA JUGA: Kasus Narkotika di Parigi Moutong Trend Meningkat Empat Bulan Terakhir

Laporan : Novita Ramadhan

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: KONTEN DILINDUNGI!!