“Kondisi tersebut dinilai memberi sinyal positif terhadap penguatan neraca pariwisata dan devisa nasional,” tuturnya.
Pengembangan pariwisata nasional ke depan tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas. Fokus diarahkan pada peningkatan pengalaman wisatawan, belanja, serta penguatan posisi Indonesia sebagai destinasi bernilai tinggi melalui pengembangan segmen unggulan seperti gastronomi, wisata bahari maupun wellness tourism.
Sepanjang 2025, pariwisata Indonesia juga meraih 153 penghargaan internasional, termasuk pengakuan dari La Liste Prancis, Michelin Keys, dan Best Tourism Village dari UN Tourism. Capaian tersebut dinilai memperkuat reputasi pariwisata Indonesia di tingkat global.
“Pertumbuhan yang dicapai hari ini merupakan hasil dari arah kebijakan yang jelas, penguatan kualitas destinasi, serta sinergi lintas sektor yang semakin solid,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, menyampaikan perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 1,09 miliar perjalanan, melampaui target nasional sebesar 1,08 miliar perjalanan.
“Capaian ini menegaskan peran strategis wisatawan nusantara sebagai penyangga utama pariwisata nasional, terutama dalam menjaga stabilitas sektor ini,” tutur Ni Luh Puspa.
Meski demikian, ia menyoroti masih terjadinya konsentrasi perjalanan wisatawan nusantara di Pulau Jawa.
Lebih dari 61 persen perjalanan tercatat berada di lima provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten. Untuk itu, Kemenpar terus mendorong diversifikasi destinasi melalui pengembangan destinasi prioritas, destinasi regeneratif, serta desa wisata di luar Pulau Jawa.
Momentum libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 juga turut mendorong pergerakan wisata. Data sementara Kementerian Perhubungan mencatat pergerakan pelaku perjalanan di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan tiga Destinasi Regeneratif mencapai 11,81 juta orang, tumbuh 10,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam menghadapi periode libur tersebut, Kemenpar melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari penerbitan surat edaran kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata, penguatan modul CHSE dan kebencanaan, hingga koordinasi lintas kementerian untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan wisatawan.
Selain itu, Kemenpar juga mendorong peningkatan belanja wisata melalui program BINA Indonesia Great Sale 2025.
“Selama periode pelaksanaannya, program ini mencatat nilai transaksi sekitar Rp31 triliun,” tandasnya.
Laporan : Miswar











Respon (1)