JURNAL LENTERA, PARIMO – Guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak, sebanyak lima unit truk tanki difokuskan di lokasi bencana banjir bandang di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
Menurut Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Parimo Nur Srikandi Puja Passau, pengoperasian lima unit truk tanki ini sudah dimaksimalkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak banjir. Namun, masih mengalami kekurangan karena peruntukannya terkadang tidak sesuai.
lima truck tanki telah dimaksimalkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi korban. Namun, tetap saja mengalami kekurangan karena petuntukannya tidak sesuai.
Pasalnya, selain digunakan memasak, mandi, dan mencuci pakaian, warga terdampak banjir juga menggunakan pasokan air bersih untuk membersihkan rumah-rumah mereka dari lumpur.
Akibatnya, pasokan air bersih yang seharusnya digunakan untuk memasak, mandi, dan mencuci pakaian, tetap mengalami kekurangan setiap harinya.
Hanya saja, pengoperasian kelima truk tanki air bersih tersebut tetap dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air.
BACA JUGA: Gerindra Sulteng Bantu Air Bersih Bagi Korban Banjir Torue
Meskipun jarak tempuh lokasi pengambilan air bersih sangat jauh, yakni di Desa Bonebula, Kecamatan Parigi Selatan, dan Desa Parigimpu’u, Kecamatan Parigi Barat.
“Truk tanki yang beroperasi ini, dua unit milik Dinas PUPRP, satu unit milik PMI, dan dua unitnya lagi milik BPBD,” ujarnya.
Dia mengatakan, agar penggunaan air bersih sesuai peruntukannya, pihaknya mulai memprioritaskan pengisian air bersih di seluruh tandon yang tersedia di setiap dusun.
Hanya saja, jumlah tandon yang tersedia di masing-masing dusun tidak merata. Meskipun bantuan tandon yang tersedia di lokasi bencana tidak hanya berasal dari PMI atau Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Namun, juga berasal dari lembaga dan organisasi.
“Kami sebenarnya sangat terbantu dengan pemberian tandon bantuan dari lembaga atau organisasi tertentu dalam penyediaan air bersih. Tetapi kami menyayangkan tidak koordinasi terlebih dahulu sebelum menyalurkan bantuan. Makanya jadi tumpang tindih,” tandasnya.
BACA JUGA: Rumah Rusak Akibat Banjir di Torue Akan Ditangani Pemprov
Laporan : Roy Lasakka Mardani










