Example 970x250

Bantaya di Parigi Moutong Sasaran Program Bank Sampah

Bantaya di Parigi Moutong Sasaran Program Bank Sampah
Ilustrasi bank sampah. (Foto: Istimewa)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bakal menjadi sasaran pelaksanaan program bank sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Menurut Kepala Bidang Penaatan dan Penataan di DLH Parigi Moutong Muhammad Idrus, program bank sampah ini dapat dilaksanakan dengan melibatkan pemuda atau Karang Taruna di Kelurahan Bantaya.

Selain program Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong, kata dia, bank sampah juga dapat menghasilkan bagi pengelolanya.

Namun, untuk membentuk bank sampah di Kelurahan Bantaya harus dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Jika memungkin, dibentuk satu bank sampah sebagai percontohan.

BACA JUGA: Wabup Parigi Moutong Resmikan Peternakan Sapi Bantuan PSBI

Contohnya, satu bank sampah mengelola sampah dari 20 rumah warga.

Setiap volunter bank sampah akan dibekali buku bank sampah.

Masing-masing volunter ini mengelola sampah satu rumah yang setiap tiga atau empat harinya dikumpulkan. Kemudian disortir terlebih dahulu, baik yang organik maupun non organik.

BACA JUGA:  1.098 PPPK di Parigi Moutong Terima Perpanjangan SK 5 Tahun Kerja

BACA JUGA: Apoteker Parigi Moutong Diimbau Bantu Pelayanan Kesehatan

“Organik itu, bisa saja sampah berupa daun dan bisa saja berupa sisa makanan. Misalnya sampah itu dikumpulkan dalam tiga buah karung yang setiap karungnya berisi sampah berbeda jenis, entah itu sampah berupa kertas atau daun,” jelas Idrus, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 14 Februari 2023.

Selanjutnya, sampah-sampah tersebut akan ditimbang yang hasilnya akan dicatat di buku bank sampah.

Kemudian, sampah-sampah yang telah disortir tersebut, setiap tiga atau empat bulannya akan dijemput untuk proses penjualan kepada pihak founder.

“Nah, kami bisa membantu untuk proses penjualannya kepada founder. Saya pun sudah banyak jaringan kepada founder yang akan membelli sampah tersebut,” katanya.

Sedangkan harganya, khusus sampah kertas senilai harga Rp 3.300 dan sampah plastik senilai Rp 4000 per kilonya.

BACA JUGA:  I should be incapable

“Untuk penjualan sampahnya, dapat melalui bank sampah induk di DLH atau bisa langsung ke foundernya yang berada di wilayah Pantoloan, Kota Palu. Pengelola bank sampah ini, misalnya dari Karang Taruna dibuatkan kepengurusan dan menangani secara langsung proses penjualan sampah. Lebih bagusnya lagi, pengurus bank sampah di SK-kan oleh Pemerintah Kelurahan (Pemlur) setempat,” tandasnya.

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *