JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat telah menurunkan tim enumerator Survei Kesehatan Indonesia (SKI) sebanyak 24 orang, Senin, 14 Agustus 2023.
24 orang tim SKI yang dilepas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Zulfinasran, merupakan salah satu gabungan survei yang pernah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya, yaitu Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
Penempatan tim SKI ini sesuai dengan titik di wilayah yang terdapat masalah kesehatan yang bertujuan melakukan pendataan ibu hamil, balita, pengukuran penyakit stunting. Selain itu melakukan pendataan kesehatan lingkungan seperti status gizi dan penyakit menular serta penyakit tidak menular lainnya di masyarakat.
Data yang dikumpulkan tim SKI ini nantinya, akan menjadi tolak ukur untuk penyusunan kegiatan di Kemenkes. Hal ini, juga telah melalui kebijkan-kebijan dari Kemenkes untuk ditindaklanjuti oleh Pemda setempat dalam rangka menjalankan tugas pokok serta fungsi kesehatan di seluruh wilayah di Indonesia.
BACA JUGA: Pemda Parigi Moutong Baru Mampu Tekan Stunting 27,4 Persen
Dalam melaksanakan tugasnya, tim SKI ini akan dibagi menjadi enam kelompok yang penempatannya berdasarkan jumlah blok sensus di Kabupaten Parigi Moutong, mulai dari Kecamatan Sausu hingga Moutong. Sedangkan pelaksanaan surveinya akan berlangsung selama 54 hari.
Kepada tim SKI, Zulfinasran menyampaikan, agar mendapatkan data valid dalam melaksanakan survei di masyarakat.
BACA JUGA: Angka Stunting Lima Kecamatan di Parigi Moutong Tinggi
Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu pemerintah untuk bisa menganalisis kembali setiap permasalahan kesehatan di masyarakat. Selain itu, membantu Pemda setempat, khususnya Dinkes untuk memprogramkan sesuai hasil dasar data yang telah disurvei oleh tim SKI.
Ia berpesan, agar tim SKI dapat berbaur dengan masyarakat saat tiba di wilayah kerjanya masing-masing.
“Saya berharap, untuk tidak menggunakan bahasa ilmiah, dan sebaiknya lebih memudahkan interaksi dengan masyarakat agar menggunakan bahasa yang mudah di pahami oleh masyarakat,” pungkasnya.
Laporan : Roy Lasakka Mardani/**










