Example 970x250
Ragam  

Pemda Parigi Moutong Baru Mampu Tekan Stunting 27,4 Persen

Pemda Parigi Moutong Baru Mampu Tekan Stunting 27,4 Persen
Wabup Parigi Moutong Badrun Nggai, saat menyampaikan sambutannya dalam pembukaan rapat kerja anggota TPPS semester I di auditorium Kantor Bupati setempat, Rabu, 26 Juli 2023. (Foto: Dok Prokopim Pemda Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong H. Badrun Nggai, SE., menyampaikan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat baru mampu menekan angka stunting 27,4 persen.

Menurut Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong H. Badrun Nggai, SE., berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di 2020, angka prevalensi stunting Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 29,7 persen. Sementara, Kabupaten Parigi Moutong sebesar 31,7 persen.

Sedangkan upaya Pemda Parigi Moutong di 2022, baru mampu menekan hingga angka 27,4 persen. Untuk mencapai target nasional, Pemda Parigi Moutong akan terus berupaya secara maksimal menekan angka prevelensi hingga mencapai 14 persen di 2024.

“Dengan data hasil survei SSGI itu, diharapkan percepatan penurunan stunting di Kabutaen Parigi Moutong dibutuhkan peran serta orang tua. Peran orang tua juga sangat penting dan diharapkan dapat memenuhi gizi anak, agar pertumbuhan anaknya bisa lebih optimal,” ujar Badrun Nggai, dalam sambutannya saat membuka rapat kerja anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) semester I di auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Rabu, 26 Juli 2023.

BACA JUGA:  Disdikbud Parigi Moutong Tunggu Rekomendasi Satgas Covid-19 Terkait PTM

Menurutnya, untuk menurunkan angka prevelensi stunting di Parigi Moutong dengan merujuk pada peraturan Nomor 12 Tahun 2021 yang merupakan salah satu diantara dari lima pilar adalah peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan Pemda dari pusat ke pemerintah desa (Pemdes).

BACA JUGA: Pemda Parigi Moutong Gelar Lokakarya Sagu di Festival Durian

Berkaitan dengan evaluasi dari rapat kerja, kata dia, terkait salah satu permasalahan yang harus dihadapi dalam upaya penurunan angka stunting, seperti masalah kesehatan reproduksi pada remaja dan gizi yang akan berdampak terhadap kualitas sumberdaya manusia.

BACA JUGA: Pemda Parigi Moutong Bahas Penyusunan Dokumen RPKD

Perilaku remaja saat ini, menurutnya sedang diperhadapkan pada masalah seksual yang beresiko terjadinya pernikahan usia dini. Tentu kehamilan yang tidak diinginkan bisa saja terinfeksinya penyakit menular yang mengakibatkan kondisi tersebut akan berdampak terhadap kematian atau melahirkan anak yang kurang gizi serta masalah kesehatan reproduksi lainnya.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *