Pria di Banggai Ditemukan Tewas di Kawasan Perkebunan

Pria di Banggai Ditemukan Tewas di Kawasan Perkebunan
Personel polisi dibantu warga setempat saat membawa jenazah korban ke rumah keluarganya untuk dimakamkan pada Kamis, 7 September 2023. (Foto: Humas Polres Banggai)

JURNAL LENTERA, BANGGAI – Seorang pria, Nadus Siamule Kaloan (49 tahun) warga Dusun III Desa Tontouan, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, ditemukan tewas di kebun miliknya pada Kamis, 7 September 2023.

Jenazah Nadus Siamule Kaloan ditemukan pertama kali oleh seorang warga, Eki Kapuung (36 tahun), yang merupakan tetangga kebun korban sekitar pukul 13.30 WITA. Diduga kuat, Nadus Siamule Kaloan meninggal akibat tertimpa material kayu pondok rumahnya yang roboh.

Menurut Kasat Samapta Polres Banggai AKP Jolly R. Lengkong, awalnya Eki Kapuung penasaran karena melihat pondok di kebun milik korban roboh sekitar pukul 10.00 WITA. Kemudian, Eki Kapuung mendatangi pondok tersebut dan mendapati korban dalam kondisi tergeletak di tanah dan tertimpa sebuah balok.

BACA JUGA:  Wapres: Pemda Daftarkan Penduduk Rentan di Program JKN

Sontak, Eki Kapuung langsung melaporkan peristiwa itu kepada pihak keluarga korban. Kemudian, pihak keluarga korban melaporkan peristiwa tersebut kepada Pemerintah Desa (Pemdes) setempat dan Kepolisian.

BACA JUGA: Warga dan Polisi di Banggai Evakuasi Jenazah Nenek 73 Tahun

“Saat melihat kondisi korban tertimpa sebuah balok, saksi langsung melaporkannya kepada pihak keluarga,” ujar Jolly, melalui keterangan tertulisnya, Jum’at, 8 September 2023.

Menurut keterangan pihak keluarga, kata dia, pada Rabu pagi, 6 September 2023, korban berpamitan ke kebun miliknya.

“Sebelum kejadian itu, korban berpamitan pergi ke kebun miliknya,” katanya.

BACA JUGA: Dimintai Uang Membeli Susu Anak, Pria di Banggai Ini Aniaya Istri

Sedangkan pihak Kepolisian yang menerima laporan tersebut, kata dia, langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil oleh TKP, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan terhadap korban.

BACA JUGA:  Soal Cawapres, Anies: Nanti Pada Waktunya Diumumkan

Namun, saat akan dilakukan autopsy, pihak keluarga menolak melalui surat pernyataan dan mengaku menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Sehingga, jenazah korban langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” tandasnya.

Laporan : Multazam/**

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *