Ragam  

Gubernur Sulteng Beri Dukungan Pembangunan Rumah Adat Suku Toraja di Morowali Utara

Gubernur Sulteng Beri Dukungan Pembangunan Rumah Adat Suku Toraja di Morowali Utara
Gubernur Sulteng Rusdy Mastura, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Tammuan Mali Sang Torayan Kerukunan Keluarga Toraja di lapangan Wita Mori Beteleme, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara pada Jum'at, 23 Agustus 2024. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

JURNAL LENTERA, MOROWALI UTARA – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) memberikan dukungannya terhadap pembangunan rumah adat Suku Toraja Tongkonan di Kabupaten Morowali Utara dalam kunjungan kerjanya pada Jum’at, 23 Agustus 2024.

Dukungan Gubernur Sulteng terhadap pembangunan rumah adat Suku Toraja Tongkonan tersebut, dalam bentuk pemberian bantuan dana pribadi senilai Rp50 juta.

Selain itu, Gubernur Sulteng juga memberikan dukungan berupa pengadaan kendaraan operasional jenis Ambulance pada 2025, bagi masyarakat Suku Toraja.

BACA JUGA: Gubernur Sulteng Ajak Kepala Desa Sukseskan Program Peternakan dan Pertanian

Rusdy Mastura mengaku sangat mengapresiasi kegiatan kerukunan Suku Toraja di Kabupaten Morowali Utara.

Pasalnya, hal itu dapat menumbuhkan ikatan kekeluargaan yang luar biasa dan memberikan kesempatan bersilaturahmi antar sesama masyarakat Suku Toraja.

Ia berharap, Kabupaten Morowali Utara tetap menjadi daerah yang indah dan tempat tinggal bagi seluruh suku kedepannya. Tentu, dengan cara hidup yang damai. Selain itu, hal yang terpenting adalah tetap menjaga persatuan demi kemajuan Sulteng.

BACA JUGA:  Pemda Parigi Moutong Menggelar Rakor Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral Daerah dan Satu Data Indonesia

BACA JUGA: Konjen AS John McDaniel dan Gubernur Sulteng Bahas Peluang Kerja Sama

”Saya berharap Kabupaten Morowali Utara tetap menjadi daerah yang indah bagi seluruh suku yang ada. Jagalah persatuan dan kemajuan dalam masyarakat,” ujar Rusdy Mastura, saat menghadiri kegiatan Tammuan Mali Sang Torayan Kerukunan Keluarga Toraja  di lapangan Wita Mori Beteleme, Kecamatan Lembo.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana, Irwan A. Ibon mengatakan, Tammuan Mali Sang Torayan merupakan ajang temu kangen sesama warga Suku Toraja di Kabupaten Morowali Utara.

Pertemuan ini, kata dia, merupakan momen untuk bersilaturahmi, sekaligus meningkatkan rasa persatuan dan persaudaraan sesama masyarakat Suku Toraja.

Selain itu, kegiatan ini, juga memperkenalkan tradisi dan kebudayaan Suku Toraja. Sebab dirangkaikan dengan beragam kegiatan. Mulai dari Festival Masakan Toraja, Orasi Kebudayaan, Tarian Suku Toraja, Lelang Pembangunan, dan Hiburan Rakyat.

BACA JUGA:  Gubernur Sulteng Sebut Gerakan Pramuka Pembentuk Karakter Generasi Muda

“Pertemuan ini diikuti seluruh warga Suku Toraja, baik itu pengurus KKT tingkat kabupaten, desa hingga kecamatan. Bahkan pengurus dan anggota KKT badan usaha Sang Torayan. Semua masyarakat Suku Toraja yang punya kerinduan untuk bersilaturahmi,” pungkasnya.

Laporan : Multazam

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *