JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah memulakan pembangunan dua fasilitas kesehatan bersistem panggilan darurat.
Pembangunan dua fasilitas kesehatan berupa Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dan Puskesmas Torue ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong, H. Abdul Sahid. Kegiatannya dipusatkan di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, Jum’at, 11 Juli 2025.
Menurut Abdul Sahid, pembangunan dua fasilitas kesehatan ini merupakan pilar utama dalam pembangunan daerah. Sebab, kesehatan adalah pondasi bagi produktivitas, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat.
BACA JUGA: Pemda Parigi Moutong Wajibkan Desa Anggarkan BPJS Ketenagakerjaan
Bahkan, menurutnya pembangunan ekonomi dan pendidikan tidak bisa berjalan optimal tanpa masyarakat yang sehat. Sehingga, kegiatan pembangunan dua fasilitas kesehatan ini harus didukung dan diharapkan dapat memberikan dampak nyata. Terutama bagi pelayanan kesehatan.
BACA JUGA: 1.098 PPPK di Parigi Moutong Terima Perpanjangan SK 5 Tahun Kerja
“Ini merupakan respons terhadap kebutuhan masyarakat miskin, kelompok rentan, dan warga di daerah yang sulit akses. Melalui program ini, Pemda Parigi Moutong menginisiasi pelayanan mobil untuk penjemputan pasien gawat darurat, pemeriksaan kesehatan ke rumah, pengantaran pasien pascarawat inap hingga pengantaran jenazah secara gratis bagi warga kurang mampu,” ujarnya.
Berkaitan dengan pembangunan Puskesmas Torue, kata dia, akan menjadi pusat pelayanan Program Sehat Bersama yang dikhususkan di wilayah selatan Parigi Moutong, yang menghadirkan fasilitas lebih layak dan terintegrasi.
Bahkan, fasilitas kesehatan ini akan didukung dengan tenaga kesehatan yang berdedikasi dan terhubung dengan sistem informasi panggilan darurat.
Ia mengaku optimis, pelayanan yang diberikan di Puskesmas Torue nantinya akan lebih cepat, dekat dan bermakna.
Begitu pula dengan Labkesmas, menurutnya akan berperan sebagai laboratorium pendukung, deteksi dini penyakit, pengawasan kesehatan lingkungan, dan respon cepat terhadap kondisi wabah maupun kedaruratan.
Hal itu sebagai bentuk kesiapan daerah yang tidak hanya menyembuhkan. Tetapi, juga mampu mencegah dan melindungi masyarakat.
“Pemda Parigi Moutong tidak hanya ingin sekadar membangun. Tetapi, ingin mewujudkan pusat pengabdian yang hidup, benar-benar dengan empati, ilmu, dan integratif,” katanya.
Menurtnya, daerah yang kuat adalah daerah yang sehat. Pembangunan fasilitas, pemberdayaan tenaga kesehatan, dan penempatan masyarakat sebagai pusat pelayanan adalah prioritas utama.
“Mari kita kawal bersama-sama proses pembangunan dua fasilitas kesehatan ini agar tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran agar kelak menjadi tempat kebaikan, pengabdian maupun harapan baru bagi masyarakat,” ungkap Abdul Sahid.
Laporan : Multazam











Respon (1)