425 Kepsek di Parigi Moutong Dilibatkan dalam Pendataan Guru Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus

Disdikbud Parigi Moutong Fokus Sekolah Terpencil dalam Program Listrik Masuk Sekolah
Kantor Disdikbud Parigi Moutong. (Foto: ROY LASAKKA/JURNALLENTERA.com)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong melakukan pendataan guru pembimbing bagi siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan melibatkan 425 kepala sekolah dasar (SD) se-Parigi Moutong.

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi program pendidikan inklusif yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), khususnya untuk memastikan setiap anak, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus mendapatkan hak pendidikan yang setara.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Parigi Moutong, Farid, mengatakan program inklusif sudah masuk dalam kurikulum nasional.

BACA JUGA: Bripka Reply, Bhabinkamtibmas Polsek Tawaeli Sulap Tempat Sampah Jadi Taman Baca

Sehingga, pemerintah daerah diminta melakukan intervensi agar anak-anak berkebutuhan khusus bisa mengakses pendidikan yang layak. Ia menekankan pentingnya peran sekolah dan masyarakat dalam mendorong inklusi pendidikan.

BACA JUGA: SMPTK Swastiastu Tolai Diresmikan, Parigi Moutong Kukuhkan Komitmen Pendidikan Berbasis Iman dan Toleransi

BACA JUGA:  575 Peserta Didik Berkompetisi di OSN 2024

“Kami juga terus mensosialisasikan kepada para orang tua agar tidak malu menyekolahkan anaknya. Negara telah menjamin hak mereka untuk belajar,” ujar Farid di Parigi, Jum’at, 18 Juli 2025.

Ia menjelaskan, pendataan dilakukan lintas bidang, termasuk GTK serta manajemen SD dan SMP. Bidang GTK secara khusus mengundang kepala sekolah untuk diberi pemahaman tentang pentingnya membuka ruang bagi siswa berkebutuhan khusus di sekolah mereka.

“Kepala sekolah juga kami dorong untuk menggandeng tokoh masyarakat, kepala desa, dan orang tua agar bersama-sama menyemangati anak-anak berkebutuhan khusus untuk bersekolah,” katanya.

Siswa berkebutuhan khusus, kata dia, tidak hanya mereka yang mengalami keterbatasan mental. Tetapi, juga anak-anak dengan kelebihan IQ pada usia dini yang belum masuk usia sekolah formal.

Setelah pendataan selesai, nama-nama guru calon pembimbing dari masing-masing sekolah telah dikantongi. Mereka akan mendapatkan pelatihan khusus dari tenaga ahli, termasuk psikolog pendidikan untuk menunjang kemampuan dalam mendidik siswa berkebutuhan khusus.

BACA JUGA:  Kementerian PU Tawarkan Proyek Bernilai Triliunan untuk Mendorong Investasi Infrastruktur

“Menjadi guru pembimbing tidak hanya soal kompetensi. Tetapi, juga soal keikhlasan. Itu yang utama. Kami sudah mengantongi data gurunya dan akan serahkan berita acara kepada Plt. Kepala Disdukbud Parigi Moutong setelah kegiatan rampung,” ungkapnya.

Laporan : Miswar

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *