Example 970x250

Pergerakan Wisatawan Nusantara Naik Hampir 30 Persen pada Juli 2025

Pergerakan Wisatawan Nusantara Naik Hampir 30 Persen pada Juli 2025
Salah satu kegiatan yang mendapat kunjungan wisatawan asing. (Foto: Dok Kemenpar)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melaporkan kinerja positif sektor pariwisata pada Juli 2025, dengan pertumbuhan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun pergerakan wisatawan nusantara (wisnus).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman pada Juli 2025 mencapai 1,48 juta, naik 13,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Malaysia menjadi penyumbang terbesar (212.113 kunjungan), disusul Australia (173.241) dan Tiongkok (144.531).

Secara kumulatif Januari–Juli 2025, jumlah wisman tumbuh 10,04 persen menjadi 8,53 juta kunjungan.

“Tren positif ini kami optimistis akan terjaga hingga akhir tahun,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, saat menyampaikan laporan kinerja bulanan di Jakarta pada Kamis, 4 September 2025.

BACA JUGA: Kemenpar Perkuat Kampanye BBWI Lewat Famtrip Budaya NTB

Sementara itu, pergerakan wisnus pada Juli 2025, tercatat 100,2 juta perjalanan, melonjak 29,72 persen dibandingkan Juli 2024. Pertumbuhan ini ditopang momentum libur sekolah. Secara kumulatif Januari-Juli, jumlah perjalanan wisnus tumbuh 19,25 persen.

BACA JUGA: Situasi Terkini Tak Ganggu Sektor Wisata, Indonesia Tetap Terbuka untuk Turis

Sebaliknya, perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri justru menurun 5,24 persen menjadi 869,93 ribu perjalanan. Kondisi ini mengindikasikan preferensi masyarakat yang lebih kuat terhadap wisata dalam negeri.

BACA JUGA:  Sulteng Miliki Lab BSL-2 Pertama, Wagub Canangkan Skrining dan Vaksinasi HPV Gratis

Meski pergerakan wisatawan meningkat, tingkat okupansi hotel pada Juli 2025, justru turun 3,57 poin persentase dibandingkan Juli 2024. Penurunan ini diduga karena bertambahnya jumlah kamar hotel dan sebagian wisatawan beralih ke akomodasi alternatif. Namun, jumlah kamar terisi tetap naik 13,18 persen pada Juli menjadi 7,56 juta kamar.

“Event besar dan kegiatan MICE di kota-kota besar turut mendorong okupansi hotel,” katanya.

Untuk menjaga iklim usaha akomodasi, Kemenpar menerbitkan Surat Edaran SE/4/HK.01.03/MP/2025 tentang Imbauan Pendaftaran Perizinan Berusaha bagi penyedia akomodasi pariwisata.

Pemerintah daerah diminta segera mendata, membina, dan menindak usaha yang belum berizin, dengan batas waktu pemenuhan standar usaha hingga 31 Desember 2025.

Hingga 1 September 2025, sebanyak 61 dari 110 event Karisma Event Nusantara (KEN) telah terselenggara di 31 provinsi. Event tersebut menarik 9,05 juta pengunjung, menghasilkan transaksi Rp691,3 miliar, melibatkan 9.750 UMKM, dan membuka 83 ribu lapangan kerja.

Festival “Pacu Jalur” menjadi salah satu magnet, dengan lebih dari 1,5 juta pengunjung dan perputaran uang Rp165 miliar.

BACA JUGA:  Komitmen Kemendagri Dorong Penguatan SDM ASN

“KEN terbukti menggerakkan ekonomi daerah dan memberi manfaat langsung ke masyarakat,” ungkapnya.

Kemenpar juga meluncurkan Halo Wonderful, platform terpadu untuk informasi, aspirasi, dan pengaduan publik melalui WhatsApp, call center, aplikasi, dan media sosial.

Selain itu, Kemenpar memperkuat kerja sama lintas kementerian, termasuk meluncurkan program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) bersama enam kementerian untuk mempromosikan kuliner Indonesia di lima kota dunia, yakni Amsterdam, London, New York, Tokyo, dan Sydney.

Dengan capaian positif tersebut, Kemenpar optimistis sektor pariwisata terus menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

“Mari kita jaga pariwisata Indonesia dengan semangat gotong royong. Pariwisata yang tumbuh adalah pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.

Laporan : Miswar

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *