Example 970x250

Parigi Moutong Bebas Frambusia, Bukti PHBS Masyarakat Meningkat

Parigi Moutong Bebas Frambusia, Bukti PHBS Masyarakat Meningkat
Ilustrasi pemeriksaan frambusia. (Foto: By AI)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, resmi menyandang status eradikasi frambusia setelah tiga tahun berturut-turut tidak ditemukan kasus.

Capaian ini sekaligus menjadi indikator meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat di daerah tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Parigi Moutong, Yunita Tagunu, mengatakan penetapan eradikasi diperoleh melalui proses penilaian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2025.

“Kabupaten Parigi Moutong telah dinyatakan eradikasi frambusia dalam tiga tahun terakhir,” ujar Yunita saat ditemui pada Senin, 6 April 2026.

Ia menjelaskan, sebelum mencapai tahap eradikasi, Parigi Moutong lebih dulu berada pada status eliminasi. Pada fase tersebut, kasus frambusia masih ditemukan, namun dalam jumlah terbatas dan bersifat terkendali, termasuk kasus impor.

BACA JUGA:  Dinkes Sulteng Sosialisasikan Konsep ILP

Dengan capaian eradikasi, kata dia, kini tidak lagi ditemukan atau tercatat nol kasus frambusia di Kabupaten Parigi Moutong.

“Frambusia merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum pertenue. Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan luka atau ruam pada kulit penderita,” katanya.

Penyakit frambusia menular melalui kontak langsung dengan ruam pada kulit pengidapnya. Menurutnya, penyebaran penyakit ini erat kaitannya dengan rendahnya PHBS di masyarakat.

Sehingga, peningkatan kesadaran dan praktik hidup bersih menjadi kunci dalam pengendalian hingga eliminasi penyakit tersebut.

“Dinas Kesehatan Parigi Moutong telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai status eradikasi, termasuk persiapan sejak 2024 guna memenuhi indikator penilaian. Salah satunya melalui survei pemeriksaan darah terhadap anak-anak di sejumlah puskesmas,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Sinyal Bom Waktu dan Deretan Kasus Tewasnya Penambang Emas di Parigi Moutong

Hasilnya, tidak ditemukan pengidap penyakit frambusia. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan semakin baik.

“Artinya dengan eradikasi ini, secara umum PHBS masyarakat Kabupaten Parigi Moutong sudah bagus,” tandasnya.

Laporan : Miswar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *