Example 970x250

BMKG Pastikan Gempa 6,2 di Parigi Moutong Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG Pastikan Gempa 6,2 di Parigi Moutong Tidak Berpotensi Tsunami
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Dok JURNALLENTERA.com)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah guncangannya dirasakan di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.

BMKG kemudian melakukan analisis terhadap parameter gempa dan pemodelan tsunami untuk memastikan potensi dampaknya.

Berdasarkan informasi awal BMKG, gempa tercatat terjadi pada Sabtu malam dan berpusat di wilayah sekitar Parigi Moutong. Hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Masyarakat yang merasakan guncangan diimbau tetap tenang dan tidak panik. Warga juga diminta mengandalkan informasi resmi BMKG serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

BACA JUGA:  Enam Titik Rawan Longsor, Pengendara Diimbau Waspada saat Melintas

Gempa dengan kekuatan tersebut dapat menimbulkan guncangan yang terasa cukup kuat, terutama di wilayah yang relatif dekat dengan pusat gempa.

Sehingga, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi bangunan dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan setelah gempa.

BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah Sulawesi Tengah, termasuk kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Kepastian bahwa gempa tidak berpotensi tsunami menjadi informasi penting bagi masyarakat pesisir Parigi Moutong.

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan dengan mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG.

Sebagai lembaga yang bertugas memantau aktivitas gempa dan tsunami, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu mengakses informasi melalui kanal resmi agar memperoleh data terbaru dan akurat.

BACA JUGA:  Penganugerahan Pahlawan Nasional Tombolotutu Bukan di Istana Bogor

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *