JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Menjelang pemungutan suara atau voting day, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Parigi Moutong menggelar apel siaga yang diikuti sebanyak 1.712 pengawas di halaman Kantor Bupati setempat, Jum’at, 9 Februari 2024.
Apel siaga pengawasan yang dipimpin Ketua Bawaslu Parigi Moutong Muhammad Rizal, berkaitan dengan masuknya tahapan masa tenang.
Dalam sambutannya, Rizal menyampaikan, pentingnya menjaga keadilan dan netralitas dalam menjalankan tugas pengawasan Pemilu. Sebab, dalam waktu empat hari kedepan menjelang voting day, pengawas Pemilu harus membuktikan diri sebagai penjaga keadilan dan kejujuran dalam pelaksanaan Pemilu.
BACA JUGA: Ketua Bawaslu Morowali: Banyak Masyarakat Belum Pahami Proses Tahapan Pemilu
“Menjaga demokrasi adalah tugas suci yang harus dijalankan dengan hati hati,” ujarnya.
Dijelaskannya, Bawaslu dibentuk untuk memastikan pesta demokrasi berjalan jujur dan adil, dengan menolak politik uang serta kampanye hitam yang dapat merusak proses jalannya penyelenggaraan Pemilu.
“Melalui momentum kebersamaan kita hari ini, perlu saya sampaikan bahwa membangun sinergitas dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan Pemilu adalah sebuah keniscayaan,” katanya.
Sehingga, ia berharap, pesta demokrasi dilaksanakan secara jujur dan adil serta menghindari terjadinya kecurangan seperti politik uang, manipulasi suara, serta intimidasi terhadap penyelenggara, khususnya pengawas.
BACA JUGA: Bawaslu Morowali Ajak ASN Awasi Tahapan Pemilu 2024
“Kegiatan ini bagi kami sangatlah penting. Kami berharap pula agar Pemilu sukses serta tidak ada noda pelanggaran, menolak berita hoaks, politik sara, dan politik identitas yang hanya merusak demokrasi kita,” tegas Rizal.
Menurutnya, dalam tahapan masa tenang, pembersihan perangkat atau Alat Peraga Kampanye (APK) maupun tindakan politik yang diindikasikan memberdayakan sumber daya manusia berupa jasa atau aktivitas kegiatan secara sembunyi-sembunyi merupakan tugas Bawaslu sebagai pengawas untuk mengamati.
Begitu pula dengan pendistribusian logistik yang harus diawasi, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Sebagaimana pengawasan yang dipastikan tepat perencanaan, tepat waktu, tepat jenis, tepat jumlah, tepat sasaran, dan tepat prosedur sesuai dengan perundang undangan yang berlaku.
“Dimasa tenang hingga voting day nanti, kami akan melakukan patroli pengawasan,” tandasnya.
Laporan : Muhammad Reza












Respon (1)