Example 970x250
Ragam  

Bupati Parigi Moutong Minta ASN-PPPK Bangun Budaya Kerja Profesional dan Inovatif

Bupati Parigi Moutong Minta ASN-PPPK Bangun Budaya Kerja Profesional dan Inovatif
Bupati Parigi Erwin Burase, menyerahkan SK PPPK paruh waktu secara simbolis di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Jum'at, 30 Januari 2026. (Foto: MUHAMMAD ALDI)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan inovatif demi meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.

Ia menegaskan, jabatan merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan loyalitas.

“Pegang teguh integritas dan etika birokrasi serta patuhi peraturan perundang-undangan dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Erwin dalam sambutannya usai melantik pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator, sekaligus mengukuhkan ribuan PPPK paruh waktu di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Jum’at, 30 Januari 2026.

BACA JUGA: Pemkab Parigi Moutong Kukuhkan 893 Honorer Jadi PPPK Paruh Waktu

Ia menekankan, penguatan kapasitas ASN menjadi langkah strategis dalam memastikan roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik berjalan secara profesional, efektif, dan berintegritas.

BACA JUGA: DPRD Parigi Moutong Bentuk Pansus Tindak Lanjut LHP BPK

BACA JUGA:  Pria di Banggai Nyaris Tewas Usai Meneguk Racun

Selain itu, seluruh pejabat dan aparatur untuk menyelaraskan setiap program dan kegiatan dengan visi, misi, serta prioritas pembangunan Kabupaten Parigi Moutong agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Bangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan inovatif demi meningkatkan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada ribuan PPPK paruh waktu yang baru dikukuhkan. Pengukuhan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara atas dedikasi dan pengabdian para pegawai dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan.

“Saya memahami status PPPK paruh waktu mungkin belum sepenuhnya sesuai harapan. Namun jangan berkecil hati, jangan merasa rendah diri, dan jangan pernah meragukan nilai pengabdian saudara-saudari,” ungkapnya.

Menurutnya, status kepegawaian bukanlah penentu kualitas dan profesionalisme seseorang. Yang terpenting adalah kinerja, dedikasi, disiplin, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Paruh waktu bukan berarti kualitasnya rendah. Integritas dan profesionalisme ditentukan oleh kinerja, bukan oleh status,” tutur Erwin.

BACA JUGA:  Pria Asal Palu Dibekuk Polisi Usai Curi Motor dan Handphone di Parigi Moutong

Ia mengungkapkan, saat ini jumlah PPPK di Kabupaten Parigi Moutong telah mencapai sekitar 6.450 orang, yang menjadi salah satu yang terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah.

Ia lantas mengajak seluruh ASN dan PPPK untuk bersama-sama bekerja dan bertanggung jawab membangun Kabupaten Parigi Moutong agar semakin maju dan sejahtera.

“Kita harus bersatu, bekerja dengan hati, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *