JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mewacanakan gagasan pengembangan budidaya ikan air tawar menggunakan sistem bioflok.
Menurut Kepala DKP Parigi Moutong Mohammad Sakti Lasimpala, bioflok merupakan salah satu teknologi budidaya ikan dengan teknik rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen.
Selain itu, memanfaatkan mikroorganisme yang secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan.
Teknik tersebut, kata dia, populer di kalangan peternak lele dan nila, karena mampu menggenjot produktivitas panen yang lebih tinggi.
BACA JUGA: Kementerian Permudah Nelayan Dapatkan BBM Bersubsidi
Bahkan, metode bioflok juga menekan penggunaan lahan menjadi tidak terlalu luas dan hemat air.
“Bioflok menjadi solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat serta menjadi cara ekonomis bagi para pebisnis di bidang perikanan,” ujar Sakti di ruang kerjanya, Selasa, 7 Februari 2023.
BACA JUGA: Pendapatan Pemanfaatan Ruang Laut Sulteng Anjlok
Menurutnya, pengembangan budidaya ikan air tawar dengan sistim bioflok tidak membutuhkan modal besar.
Begitu pula dengan lahan, kata dia, bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah.
Namun, jika menginginkan pendapatan yang besar, tentunya harus dilakukan secara berkelompok.
“Saya melihat anak muda di Kota Palu membentuk dua hingga tiga kelompok mengembangkan budidaya ikan air tawar dengan sistim bioflok ini. Setiap kelompoknya hanya dua sampai tiga orang saja,” katanya.
“Ini merupakan alternatif lain, di rumah pun kita bisa membuka usaha,” tandas Sakti menambahkan.
Laporan : Multazam











