banner 1280x180

Kamboja dan Filipina Deteksi Kasus Varian Omicron Pertama

  • Bagikan

JURNAL LENTERA – Kamboja mendeteksi kasus varian baru Covid-19 Omicron pertama. Selain Kamboja, Filipina juga mendeteksi dua kasus varian Omicron pertama.

Di Kamboja, kasus varian Omicron terjadi pada wanita yang baru saja bepergian ke Ghana.

Kementerian Kesehatan Kamboja pada Selasa (14/12) mengatakan bahwa wanita 23 tahun ini sempat transit di Dubai dan Bangkok, dikutip dari Reuters.

Wanita ini sedang hamil 15 bulan dan kini dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, kasus varian Omicron di Filipina terdeteksi pada dua orang, yang kini tengah menjalani isolasi mandiri.

Selain Kamboja dan Filipina, baru-baru ini China juga mengumumkan terdeteksinya varian Omicron di negara itu.

Otoritas Kesehatan di Kota Tianjin, China mendeteksi satu kasus varian Omicron pada Senin (13/12). Kasus ini menimpa pelancong yang tiba di kota itu pada 9 Desember.

Mengutip Reuters, pelancong itu tengah menjalani karantina dan dirawat di rumah sakit.

Keesokan harinya, yakni Selasa (14/12), China mendeteksi kasus kedua varian Omicron di negara itu. Kasus ini terjadi pada pria 67 tahun yang sempat bepergian ke luar negeri pada 27 November.

Pria ini sempat menjalani karantina wajib selama dua pekan. Sepanjang isolasi tersebut, pria itu mengikuti tes Covid-19 berulang kali, dan hasilnya selalu negatif.

Pada Sabtu (11/12), pria itu terbang ke Guangzhou, di mana ia melanjutkan karantina mandiri di rumah. Sehari kemudian, pria itu menjalani tes Covid-19 lagi.

Saat hasilnya keluar pada Senin (13/12), pria itu dinyatakan positif Covid-19. Penyelidikan selanjutnya menemukan pria ini mengidap varian Omicron.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini menyampaikan bahwa varian Omicron berpotensi menyebar di hampir seluruh negara. Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa varian ini diperkirakan telah menyebar di 77 negara.

Bahkan, pakar dari WHO Bruce Aylward mewanti-wanti agar tidak gegabah menyimpulkan bahwa varian ini hanya menimbulkan gejala ringan.

“Kita harus bisa menyiapkan diri kita untuk situasi yang sangat berbahaya,” tutur Aylward.

Artikel ini pertama kali tayang di CNNIndonesia

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: KONTEN DILINDUNGI!!