Kapolda Berjanji Tangani Kasus Penembakan Erfaldi Warga Desa Tada

Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Polisi Rudy Sufahriadi, saat konfrensi pers di Mako Polres, Minggu, (13/2) (Foto: Istomewa)

PARIMO, lensajurnal.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Polisi Rudy Sufahriadi, berjanji akan menyelidiki kasus tewasnya Erfaldi (21) warga Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), yang di duga terkena tembakan.

“Kami akan tangani professional. Hari ini, Kapolres Parimo dan Direktur Intel Polda sedang berada di rumah korban. Namun kami menyayangkan hal itu bisa terjadi,” kata Kapolda Sulawesi Tengah, saat konfrensi pers di Mako Polres, Minggu, (13/2).

Ia mengatakan, karena tindakan personil Polisi dilakukan tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), maka pihaknya telah meminta kepada jajaran bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), untuk melakukan penyelidikan.

Kapolda berjanji, akan melakukan dan menangani proses tersebut secara professional, terhadap siapapun yang melakukan pelanggaran, tidak sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap).

“Hari ini, Kapolres Parimo dan Direktur Intel Polda sedang berada di rumah korban. Namun kami menyayangkan hal itu bisa terjadi,” kata dia.

Dalam kesempatan itu juga, ia menyampaikan permohonan maaf atas tewasnya Erfaldi (21) warga Tada Kecamatan Tinombo.

“Saya atas nama pribadi dan satuan memohon maaf kepada keluarga korban,” ungkapnya.

Namun kata dia, terhadap penutupan jalur Trans Sulawesi Desa Katulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan, pihaknya akan ditangani secara profesional.

Sebab, aksi unjuk rasa dengan melakukan blokade jalan oleh Aliansi Rakyat Tani (ARTI) Koalisi Tolak Tambang (KTT) PT Trio Kencana, sudah ketiga kalinya.

“Jalan Trans Sulawesi itu merupakan akses satu-satunya, yang tidak bisa dihindari. Tidak ada jalan lain, kecuali memang harus dibuka,” jelasnya.

Menurutnya, Kapolres Parimo telah mengimbau masa aksi hingga empat kali untuk membuka blokade jalan, namun tidak diindahkan.

“Bayangkan dari jam 12:00 WITA siang, sampai jam 00:00 WITA, berapa banyak antrian kendaraan saat itu,” pungkasnya.

Laporan: Wahab Usman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *