Kemendikbudristek Jembatani Satuan Pendidikan dengan Industri

Kemendikbudristek Jembatani Satuan Pendidikan dengan Industri
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menginisiasi kemitraan dengan perusahaan Erajaya Group untuk berkolaborasi memperkuat sektor industri retail. Sebagai bentuk komitmen kedua belah pihak, perusahaan yang bergerak di bidang retail itu sepakat untuk menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan 49 satuan pendidikan vokasi yang tersebar di 14 provinsi. (Foto: REPUBLIKA/ RONGGO ASTUNGKORO)

Pada kesempatan itu, Chief Human Capital, Legal, dan CSR Erajaya, Jimmy Perangin Angin mengatakan, penandatanganan kerja sama itu merupakan realisasi atas komitmen Erajaya Group untuk mendorong peningkatan kompetensi yang merata bagi satuan pendidikan vokasi dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun jurusan-jurusan SMK dan PTV yang bermitra adalah bisnis manajemen, tata boga, dan farmasi yang sesuai dengan sektor bisnis Erajaya Group.

“Kami harap bisa mendorong lahirnya lulusan vokasi yang berpotensi dan dapat berkontribusi positif pada bidang industri ritel. Langkah ke depan, kami akan menjalankan rangkaian program dengan satuan pendidikan vokasi secara optimal dan berkelanjutan dari segi kurikulum, praktik kerja lapangan, hingga kesempatan lulusan pendidikan vokasi untuk berkarir di unit bisnis Erajaya,” tutur Jimmy.

BACA JUGA:  Polres Banggai Intens Berikan Edukasi Tertib Berlalu Lintas ke Pelajar TK

Jimmy menambahkan, penandatanganan PKS itu merupakan kelanjutan dan respons dari satuan pendidikan vokasi atas program edukasi ‘Vokasinesia Seri Industri’ yang dilaksanakan pada Mei 2023 lalu bersama Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI. Erajaya Group menjadi salah satu mitra industri pertama yang memberikan edukasi, sosialisasi, dan paparan program pengembangan vokasi.

Pada kegiatan itu, Erajaya Group juga menggaungkan Erajaya Gadget Movement, yaitu aktivitas pengumpulan gadget yang tidak didistribusikan ataupun tidak digunakan lagi oleh publik yang kemudian diberikan treatment secara khusus untuk selanjutnya dihibahkan dan didistribusikan kepada siswa di satuan pendidikan vokasi di Indonesia. Tujuan dari gerakan ini adalah bertujuan untuk meningkatkan pendidikan vokasi yang inklusif terhadap teknologi gadget.

BACA JUGA:  Marquez Tercepat pada Sesi Latihan Pertama MotoGP Portugal

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Republika.co.id

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *