“Maka target indikator sasaran pencapaian 2025, yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi 5,3-5,6 persen bisa diwujudkan. Selain itu, sasaran pembangunan parekraf 2025, adalah meningkatkan persentase produk domestik bruto (PDB) pariwisata sebesar 4,6 persen, pencapaian nilai devisa pariwisata sebesar Rp 22,1 miliar dolar AS, dan meningkatkan proporsi PDB ekraf menjadi 7,92 persen,” jelas Angela.
Hal ini mendapat respons positif dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti selaku pimpinan rapat. Menurutnya, tambahan anggaran ini perlu diajukan untuk mengembangkan sektor parekraf Indonesia menjadi parekraf yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Kita sama-sama berusaha. Oleh karena itu, kami mendesak Kemenparekraf untuk mengajukan kembali penambahan anggaran ini dalam rapat internal pemerintah. Sehingga ini bisa masuk dalam usulan pagu sementara,” katanya.
Laporan : Multazam











