Example 970x250
Ragam  

Kutip Ayat Al-Qur’an, Ketua MUI Palu Sikapi Kerusakan Lingkungan Akibat Pertambang

FKUB Sulteng Ajak Masyarakat Perkuat Moderasi Beragama di Hari Toleransi Internasional
Ketua FKUB Sulteng, Prof. Zainal Abidin. (Foto: Dok FKUB Sulteng)

JURNAL LENTERA, PALU – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. H. Zainal Abidin, menegaskan gunung bukan sekadar bentang alam. Melainkan simbol kekuasaan dan keseimbangan ciptaan Allah sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an.

Pernyataan ini disampaikan Ketua MUI Palu menyikapi kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan di Sulawesi Tengah.

“Dalam Al-Qur’an, gunung disebut sebagai pasak bumi agar bumi tidak guncang. Ini adalah pelajaran besar bagi manusia,” ujar Prof. Zainal di Palu, Sabtu, 14 Juni 2025.

BACA JUGA: Temui Khofifah, Ketua DPD RI Bahas Nasib Guru Honorer

Guru Besar UIN Datokarama itu mengutip Surah An-Naba, yang menjelaskan bahwa gunung-gunung diciptakan sebagai penyeimbang bumi.

Ia menekankan pentingnya pemahaman umat Islam terhadap ayat-ayat tersebut sebagai dasar menjaga alam dan menolak eksploitasi lingkungan yang berlebihan.

BACA JUGA:  Seri Receives PSSI U-17 Akan Digelar di Parimo

BACA JUGA: Ketua MUI: Kami Dukung Bersih-Bersih di ACT, tapi Jangan Dimatikan

“Menjaga keseimbangan gunung, hutan, dan sungai adalah amanah dari Allah. Ini bagian dari iman dan tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi,” katanya.

Pernyataan ini disampaikan di tengah sorotan terhadap aktivitas tambang galian C di beberapa wilayah seperti Desa Kalora (Kabupaten Sigi) dan Kelurahan Tipo (Kota Palu), yang dinilai telah merusak lingkungan dan memicu bencana seperti banjir dan longsor.

Prof. Zainal mengapresiasi langkah Gubernur Sulawesi Tengah, H. Awar Hafid, yang menutup permanen aktivitas tambang galian C di wilayah-wilayah tersebut.

Menurutnya, keputusan tersebut sebagai langkah tepat menuju pemulihan lingkungan dan keadilan ekologis.

BACA JUGA:  Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral Libatkan Kepala Diskominfo se-Sulteng

Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan penghargaan kepada Bupati Sigi, Mohamad Rizal Inetjenae, yang baru-baru ini menghentikan praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Lindu.

“Ini harus menjadi momentum bersama untuk membangun kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keimanan,” ungkapnya.

Laporan : Miswar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *