Ragam  

Lebih 800 ASN Nasrani Ikuti Retret, Gubernur Sulteng Ingatkan Tanggung Jawab Moral

Lebih 800 ASN Nasrani Ikuti Retret, Gubernur Sulteng Ingatkan Tanggung Jawab Moral
Gubernur Anwar Hafid, membuka kegiatan retret lanjutan di Gereja GPID Jemaat Pniel, Jalan Cik Ditiro, Kota Palu, Selasa, 10 Februari 2026. (Foto: BIRO ADPIM)

JURNAL LENTERA, PALU – Lebih dari 800 Aparatur Sipil Negara (ASN) Nasrani di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengikuti kegiatan retret yang secara resmi dibuka oleh Gubernur Anwar Hafid, Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan retret lanjutan yang dibuka oleh Gubernur Sulteng ini dilaksanakan di Gereja GPID Jemaat Pniel, Jalan Cik Ditiro, Kota Palu, dan diikuti oleh pejabat eselon II, III, IV, serta PNS dan PPPK beragama Kristen.

Hadir pula Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, bersama Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Novalina.

Anwar Hafid menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan kesadaran iman dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

BACA JUGA: Retret Tiga Hari, Pemprov Sulteng Perkuat Karakter Pemimpin OPD

Retret merupakan salah satu metode penguatan kepemimpinan yang lazim digunakan dalam manajemen modern.

BACA JUGA: Gubernur Sulteng Sebut Posbakum Kunci Hadirkan Keadilan di Tengah Masyarakat

Menurutnya, retret menjadi momentum untuk mundur sejenak dari rutinitas birokrasi guna melakukan refleksi, evaluasi, dan memperkuat nilai-nilai kepemimpinan.

BACA JUGA:  Karyasiswa Kementerian PUPR Tempuh Pendidikan Lanjutan

“Retret bukan hal baru. Dalam sejarah militer, retret dilakukan ketika pasukan perlu menenangkan diri, mengevaluasi, lalu kembali maju dengan strategi yang lebih matang. Prinsip ini relevan dalam kepemimpinan dan pemerintahan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan alasan pelaksanaan retret di rumah ibadah. Selain pertimbangan efisiensi, rumah ibadah dinilai sebagai tempat yang tepat untuk membangun kesadaran batin dan moral seorang pemimpin.

“Kalau di rumah ibadah saja seorang pemimpin tidak memiliki kesadaran, maka di tempat lain akan lebih sulit. Kesadaran teologis adalah fondasi utama yang akan melahirkan kesadaran sosial dan ilmiah, serta berdampak langsung pada kualitas kinerja,” katanya.

Ia pun menekankan, kesadaran iman akan mendorong ASN bekerja bukan semata karena pengawasan, tetapi karena tanggung jawab moral dan keyakinan bahwa Tuhan selalu menyertai setiap tugas dan keputusan.

“Kinerja Provinsi Sulteng sudah baik, tetapi kita tidak ingin berhenti di situ. Kita ingin kinerja yang luar biasa. Dan itu hanya bisa dicapai jika kesadaran iman dan integritas benar-benar hidup dalam diri setiap ASN,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Tindakan Aspidum Kejati Sulteng Melanggar Undang-undang

Ia lantas mengingatkan, sejarah kemerdekaan Indonesia membuktikan bangsa ini dibangun dengan keyakinan, keberanian, dan pertolongan Tuhan.

“Nilai tersebut, menurutnya, perlu kembali dihidupkan dalam praktik birokrasi dan kepemimpinan pemerintahan,” tandasnya.

Retret ASN Nasrani ini akan dilanjutkan dengan keterlibatan tenaga fungsional pada hari berikutnya hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Ke depan, Pemprov Sulteng berkomitmen menjadikan retret sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun karakter, integritas, dan kinerja aparatur.

Laporan : Mifta’in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *