JURNAL LENTERA, JAKARTA – Program Padat Karya Tunai (PKT/Cash For Work) Tahun Anggaran 2022, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya telah menyerap sebanyak 23.648 tenaga kerja.
Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, pihaknya terus mempercepat pelaksanaan program PKT untuk mendistribusikan anggaran infrastruktur kerakyatan hingga ke desa/pelosok serta meningkatkan daya beli masyarakat dan memperluas lapangan pekerjaan. Alokasi anggaran PKT bidang permukiman tahun anggaran 2022, sebesar Rp2,11 triliun yang diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi 60.466 tenaga kerja.
Tercatat, hingga 30 Agustus 2022, per pukul 16.00 WIB realisasi penyerapan keuangan program padat karya Ditjen Cipta Karya sudah sebesar 50,15 persen dari total anggaran Rp2,11 triliun atau senilai Rp1,05 triliun.
Sedangkan untuk pekerjaan fisik yang dilaksanakan seluruh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) telah mencapai 17,28 persen dengan total menyerap tenaga kerja 23.648 orang.
“Memang keuangan yang diserap terlebih dahulu dan akan berprogres dengan jumlah di lapangan. Apabila kita bandingkan saat RDP bersama Komisi V DPR RI sebelumnya pada 28 Juni 2022, progres masih 2,71 persen dan fisik 0,51 persen,” ujar Diana dalam RDP bersama Komisi V DPR RI, Rabu, 31 Agustus 2022.
Sehingga dalam waktu dua bulan ini telah dilakukan percepatan pelaksanaan dan diharapkan pada November 2022 dapat diselesai seluruhnya.
BACA JUGA: Serapan Anggaran BSPS Kementerian PUPR Rp2,014 Triliun
Program PKT tahun anggaran 2022 dilaksanakan secara reguler melalui Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK), Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), dan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).
Khusus program Pamsimas dilaksanakan di 1.725 lokasi dengan anggaran Rp690 miliar untuk menyerap 17.250 tenaga kerja. Saat ini progres fisik Pamsimas telah mencapai 8,39 persen dan menyerap tenaga kerja sebanyak 2.326 orang. Sedangkan untuk program Sanimas dilaksanakan di 1.156 lokasi dengan anggaran Rp578 miliar. Saat ini sudah terserap 10.264 tenaga kerja dengan pekerjaan diantaranya, pembangunan prasarana mandi cuci kakus (MCK), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kombinasi dengan MCK dan Sambungan Rumah (SR).
BACA JUGA: Penataan Kawasan Mangrove Tahura Bali Dirampungkan
Tahun ini, pihaknya Ditjen juga melaksanakan kegiatan pembangunan MCK di Pondok Pesantren/LPK yang tersebar di 1.381 lokasi melalui pekerjaan bilik mandi dan kakus/toilet, tempat wudhu, tempat cuci tangan dan tempat cuci pakaian serta instalasi pengolahan air limbah domestik. Saat ini progres fisiknya telah mencapai 17,24 persen dengan serapan tenaga kerja 3.700 orang.
Kegiatan padat karya Bidang Permukiman selanjutnya melaksanakan pembangunan TPS3R di 106 lokasi dengan anggaran Rp63,6 miliar untuk menyerap 1.590 tenaga kerja. Saat ini sudah mencapai 1.532 tenaga kerja yang berhasil terserap dengan anggaran yang sudah tersalurkan 57.64 persen.
Sementara, khusus PISEW ditargetkan menjangkau 450 lokasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp225 miliar untuk 10.000 tenaga kerja. Progres fisik saat ini telah mencapai 21,15 persen dengan serapan tenaga kerja sebanyak 3.729 orang.
“Khusus KOTAKU dilaksanakan di 331 lokasi dengan target 6.000 tenaga kerja. Saat ini progresnya sudah menyerap 1.187 tenaga kerja dengan capaian fisik 5,22 persen,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Diana mengatakan, khusus di 2023, Kementerian PUPR melanjutkan pelaksanaan program infrastruktur berbasis masyarakat (IBM) bidang permukiman dengan rencana anggaran Rp2,11 triliun. Rencananya akan menyerap sebanyak 62.000 tenaga kerja dengan.
Rinciannya, Pamsimas di 1.725 lokasi diharapkan dapat menyerap 17.150 tenaga kerja, Sanimas di 1.156 lokasi dapat menyerap 17.790 orang, TPS3R di 106 lokasi dapat menyerap 1.590 tenaga kerja, Sanitasi Pendidikan Keagamaan di 1.381 lokasi dengan menyerap 5.780 tenaga kerja, PISEW di 450 kecamatan dengan menyerap 13.518 tenaga kerja dan dukungan pengurangan kemiskinan ekstrem di 70 lokasi yang dapat menyerap 6.095 tenaga kerja.
“Sampai saat ini kami masih melakukan penajaman dan perbaikan sesuai dengan hasil evaluasi pelaksanaan IBM tahun anggaran 2022. Kami sudah melakukan exercise sekaligus akan menunggu arahan Bapak Menteri lebih lanjut terkait dengan infrastruktur berbasis masyarakat di Kementerian PUPR,” tandasnya.
Sumber : Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR











