Masalah lainnya, diakibatkan kekurangan gizi kronis yang menyebabkan terjadinya gagal tumbuh pada sang anak. Kondisi itu akan berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunnya produktifitas, menghambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kemiskinan serta kesenjangan bagi keluarga.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan, agar TPPS Parigi Moutong dapat melakukan pencegahan angka stunting secara terintegrasi dengan melibatkan beberapa sektor terkait secara langsung ke masyarakat, keluarga, dan remaja melalui suatu peningkatan pengetahuan, keterampilan maupun sikap perilaku dalam melakukan upaya pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan.
“Untuk mewujudkan hal tersebut perlu dilakukan peningkatan dari seluruh pemangku kebijakan dan mitra terkait. Melakukan pembinaan dan pemberdayaan tenaga kader tribina maupun usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) untuk mendukung akselerasi pencegahan stunting,” katanya.
“Mitra terkait di daerah tetap berkoordinasi serta melakukan pembinaan dan pemberdayaan tenaga kader tribina serta UPPKS untuk mendukung akselerasi pencegahan stunting hingga mencapai penekanan angka stunting sebesar 14 persen di Parigi Moutong sesuai target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 11 persen di Sulawesi Tengah,” ujar Badrun Nggai menambahkan.
Laporan : Roy Lasakka Mardani/**












Respon (2)