JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mulai menyusun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJKP) sebagai langkah strategis menghadapi berbagai isu demografi di daerah.
Proses penyusunan dokumen ini ditandai dengan pembukaan seminar oleh Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, di aula Kantor Bappelitbangda, Kamis, 11 Desember 2025.
Abdul Sahid mengatakan, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada peningkatan kuantitas. Tetapi, juga kualitas distribusi dan mobilitas penduduk.
BACA JUGA: Penyuluh Pertanian Dinas TPHP Parigi Moutong Naik Status
PJKP disusun untuk mengintegrasikan program lintas sektor agar intervensi pemerintah mampu menciptakan penduduk yang sehat, produktif, berdaya saing, dan seimbang secara demografis.
BACA JUGA: Polres Parigi Moutong Kirim 250 Paket Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatra
“Salah satu tujuan utama dari peta jalan ini adalah mengoptimalkan bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar daripada usia nonproduktif. Pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta keterampilan tenaga kerja, termasuk penguatan ketahanan keluarga maupun perlindungan sosial,” ujarnya.
Pemerataan penduduk dan pengelolaan urbanisasi yang berkelanjutan juga menjadi fokus untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan daya dukung lingkungan.
Visi daerah, yaitu Parigi Moutong Maju Mandiri Berkelanjutan Melalui Gerbang Desa, selaras dengan 30 indikator dalam PJKP. Tiga misi pembangunan yang berkaitan langsung dengan tujuan peta jalan ini meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi rakyat.
Kemudian, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, dan penguatan ketahanan ekologi berbasis sosial budaya.
Keselarasan visi daerah dan peta jalan kependudukan menjadi fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Terutama dalam memperluas akses pendidikan bermutu, layanan masyarakat yang memadai, dan peningkatan standar hidup di Kabupaten Parigi Moutong.
“Kami berharap para peserta dapat mengikuti seminar dengan serius agar dapat memahami arah strategis pengelolaan isu kependudukan dan menerapkannya dalam perencanaan pembangunan daerah,” tandasnya.
Laporan : Miswar











Respon (1)