JURNAL LENTERA, PALU – Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menggandeng Universitas Tadulako (Untad) untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkotika sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran generasi muda sekaligus memperkuat perang melawan peredaran gelap narkoba.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, Kombes Pol Pribadi Sembiring, menegaskan penanganan persoalan narkotika tidak dapat hanya mengandalkan pendekatan penegakan hukum. Tetapi, juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan.
“Penanganan permasalahan narkoba tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan penegakan hukum semata. Tetapi, juga membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan,” ujar Pribadi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk peran aparat penegak hukum dalam pencegahan dan penanganan narkoba di Auditorium Fakultas Teknik Untad, Palu, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika.
“Kampus dinilai mampu menjadi pusat edukasi untuk menanamkan pola hidup sehat, produktif, dan bebas dari narkoba,” katanya.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulteng, Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly, mengatakan forum diskusi tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan dunia akademik dalam merumuskan strategi pencegahan narkoba yang lebih efektif.
“Melalui forum diskusi seperti ini, kita dapat menyatukan pemikiran, pengalaman, dan perspektif dari berbagai pihak untuk merumuskan langkah-langkah yang lebih efektif dalam mencegah serta menangani permasalahan narkoba. Kampus memiliki peran yang sangat strategis sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap hasil diskusi tidak berhenti sebagai forum bertukar gagasan, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi dan langkah konkret yang dapat diterapkan bersama dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen bangsa menjadi faktor penting untuk mewujudkan Sulteng yang bersih dari narkoba.
“Sinergi antara kepolisian, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa sangat penting untuk mewujudkan Sulteng yang bersih dari narkoba serta menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Laporan : Mifta’in











