JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Reses anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi PDI-Perjuangan, Fathia, S.H., dibanjiri aspirasi masyarakat yang mayoritas berasal dari kalangan petani.
Dalam kegiatan reses masa persidangan III tahun sidang 2025/2026 di Dusun Lumbung, Desa Kasimbar Palapi, Kecamatan Kasimbar, Rabu, 5 Agustus 2026, warga kompak meminta pembangunan jaringan irigasi tersier serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas pertanian.
Menurut warga, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian. Warga berharap dukungan pemerintah daerah dapat menjawab kebutuhan infrastruktur pengairan sekaligus modernisasi alat pertanian.
Reses tersebut bahkan menghadirkan pemerintah desa bersama perwakilan penyuluh hingga para tokoh dan kelompok tani.
Warga yang tergabung dalam kelompok tani bersama perwakilan penyuluh mengusulkan pembangunan jaringan irigasi tersier agar distribusi air ke lahan persawahan lebih optimal. Selain itu, mereka juga meminta bantuan alsintan modern untuk meningkatkan efisiensi kerja dan hasil produksi pertanian.
Bahkan, warga berharap, aspirasi yang telah disampaikan tidak hanya sebagai catatan, melainkan dapat diwujudkan menjadi program nyata yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani maupun pembangunan di Kecamatan Kasimbar.
Fathia mengatakan, kegiatan reses merupakan bagian dari tanggung jawab anggota legislatif untuk menyerap sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan dalam bentuk program pembangunan daerah.
“Turun langsung ke Dusun Lumbung merupakan kewajiban konstitusional saya untuk mendengar harapan dan kebutuhan masyarakat. Seluruh masukan, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian, akan menjadi bahan yang saya perjuangkan di DPRD,” ujar Fathia.
Terkait berbagai usulan yang disampaikan warga, Fathia menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi hingga masuk dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Parigi Moutong.
Ia juga akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar pembangunan irigasi tersier dan pengadaan alsintan dapat menjadi prioritas program pemerintah.
“Sektor pertanian dan kehidupan sosial masyarakat harus mendapat perhatian yang seimbang. Aspirasi mengenai irigasi tersier, bantuan alsintan, hingga dukungan terhadap rumah ibadah akan kami kawal agar disinkronkan dengan program dinas terkait sehingga dapat segera direalisasikan,” tandasnya.
Selain menyerap aspirasi pembangunan, Fathia juga menyerahkan bantuan uang tunai dari dana pribadi untuk mendukung fasilitas Pura di Dusun Lumbung.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh pemuka agama Hindu (Mangku) sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan aktivitas keagamaan masyarakat.
Laporan : Mizwar











