Example 970x250
Ragam  

Warga Nambaru Parigi Moutong Keluhkan Armada Pengangkut Sampah dan Jalan Kantong Produksi di Reses Legislator PKS

Warga Nambaru Parigi Moutong Keluhkan Armada Pengangkut Sampah dan Jalan Kantong Produksi di Reses Legislator PKS
Kegiatan reses anggota DPRD Parigi Moutong, Muhammad Basuki, di Balai Desa Bonebula, Desa Nambaru, Parigi Selatan, pada Selasa malam, 4 Agustus 2026. (Foto: DPRD Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Ketiadaan armada pengangkut sampah dan buruknya kondisi jalan kantong produksi menjadi keluhan utama warga Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, saat anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), apt. Muhammad Basuki, M.H., menggelar reses di Balai Desa Bonebula, pada Selasa malam, 4 Agustus 2026.

Reses yang dihadiri sekitar 150 warga tersebut, masyarakat menilai keberadaan mobil pengangkut sampah sangat mendesak. Mengingat, Desa Nambaru merupakan salah satu destinasi wisata yang terus berkembang.

Di sisi lain, para petani berharap pemerintah segera melakukan penimbunan jalan poros kantong produksi agar distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar. Kegiatan reses ini, menghadirkan pemerintah desa setempat, petani dan para tokoh.

Selain armada pengangkut sampah dan jalan kantong produksi, kelompok tani juga mengusulkan bantuan bibit kakao (cokelat) serta mesin paras guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.

Aspirasi lainnya datang dari sektor infrastruktur dasar. Warga meminta pemasangan lampu jalan, pembangunan drainase di depan lingkungan sekolah, program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu, serta pengadaan 10 batang pipa induk berukuran enam inci untuk memperkuat distribusi air bersih di desa.

BACA JUGA:  Bupati Parigi Moutong Janjikan Perubahan di Pendidikan hingga Ekonomi

Pada sektor keagamaan, masyarakat mengusulkan kelanjutan pembangunan masjid, perbaikan fasilitas pengeras suara, serta bantuan pembangunan toilet gereja guna meningkatkan kenyamanan umat dalam beribadah.

Sementara itu, kelompok perempuan mengajukan bantuan peralatan memasak untuk usaha kuliner dan mesin jahit bagi kelompok keterampilan. Para kader kesehatan desa juga meminta perluasan teras Posyandu karena kapasitas bangunan dinilai tidak lagi mampu menampung tingginya jumlah kunjungan masyarakat.

Warga turut mengusulkan adanya alokasi bantuan pemenuhan gizi bagi bayi stunting sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Basuki menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh usulan masyarakat hingga masuk dalam pembahasan program dan anggaran daerah sesuai kewenangan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Sebagai anggota Komisi III DPRD Parigi Moutong yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, ia menyatakan akan memprioritaskan koordinasi dengan dinas teknis terkait untuk memperjuangkan pengadaan mobil pengangkut sampah, penimbunan jalan kantong produksi, pembangunan drainase, serta pemasangan lampu jalan.

BACA JUGA:  Baru 15 Kecamatan di Parimo Tercatat Membentuk Layak Anak

Sementara usulan di bidang kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan rumah ibadah akan disinkronkan dengan program OPD terkait.

“Seluruh aspirasi masyarakat telah kami catat dengan baik. Mulai dari kebutuhan armada sampah untuk menunjang kawasan wisata, perbaikan jalan kantong produksi, hingga peningkatan layanan kesehatan dan fasilitas rumah ibadah akan kami kawal agar menjadi prioritas dalam pembahasan APBD Kabupaten Parigi Moutong,” tandasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *