Setelah Argentina Diprotes ke FIFA, Giliran Gibraltar Adukan Spanyol ke UEFA

Setelah Argentina Diprotes ke FIFA, Giliran Gibraltar Adukan Spanyol ke UEFA
Timnas Spanyol (Foto: SC Youtube)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Masalah nyanyian yang menyinggung para pemain keturunan Prancis oleh para pemain Argentina belum usai, kini hadir kasus yang mirip. Asosiasi Sepak Bola Gibraltar (GFA) mengajukan keluhan resmi kepada badan sepak bola Eropa UEFA pada Kamis, 18 Juli 2024, setelah para pemain Spanyol meneriakkan “Gibraltar adalah Spanyol” selama perayaan gelar Piala Eropa mereka pada awal pekan ini.

Spanyol mengadakan perayaan kemenangan di Madrid setelah mengalahkan Inggris 2-1 di final Euro 2024. Para pemain senior termasuk kapten Alvaro Morata dan gelandang Manchester City Rodri meneriakkan “Gibraltar adalah Spanyol”.

BACA JUGA: Rodri: Pesepak Bola Spanyol Layak Dapat Ballon d’Or Setelah Juara Euro 2024

BACA JUGA:  8 Siswa Terbaik Jadi Utusan Indonesia Ikuti IESO di Italia

Gibraltar adalah Wilayah Seberang Laut Inggris (British Overseas Territories). Ketika Morata mengingatkan Rodri bahwa dia bermain untuk klub Inggris, pemain terbaik turnamen tersebut mengatakan, “Saya tidak peduli”. GFA mengatakan bahwa video tersebut disambut dengan “kemarahan, keresahan, dan kekecewaan”.

“Perilaku tersebut sangat menyinggung warga Gibraltar, yang telah berulang kali menggunakan hak demokratis mereka untuk tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Inggris,” kata GFA.

BACA JUGA: Duel Spanyol Vs Inggris, Bukan Duel Klasik Eropa

“Meskipun Gibraltar berbatasan dengan Spanyol, dan menghargai hubungan kerja sama yang erat dengan Spanyol dan rakyat Spanyol, Gibraltar tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Inggris.

“Perilaku ini juga sangat menyinggung GFA karena menyiratkan bahwa kami tidak boleh berdiri sebagai asosiasi anggota nasional UEFA yang independen.”

BACA JUGA:  Kemendagri: Pemda Wajib Gunakan SIPD RI untuk Pengelolaan Keuangan Daerah

FA Gibraltar menambahkan bahwa nyanyian tersebut “sangat provokatif dan menghina”, dan menambahkan bahwa perilaku para pemain ‘melanggar hukum’ dan melanggar peraturan disiplin UEFA.

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *