JURNAL LENTERA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan pembangunan Jalan Layang (elevated) pada ruas Poros Maros-Bone di Tompo Ladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Proyek strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, memperlancar arus transportasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Jalan Poros Maros-Bone, khususnya di KM 90, dikenal sebagai titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Area ini memiliki tikungan tajam dan geometrik jalan yang sulit. Sehingga, sangat memerlukan penanganan khusus.
BACA JUGA: Kementerian PU Targetkan 37 Sekolah Rakyat Tahap IB Difungsikan Pada Juli 2025
Pemerintah pun memutuskan untuk membangun jalan layang yang sesuai dengan standar teknis, keselamatan, dan kenyamanan lalu lintas, guna meningkatkan keselamatan serta efisiensi perjalanan.
BACA JUGA: Kemendes PDT dan Kementerian PKP Siap Kolaborasi Percepat Renovasi Rumah Warga Desa
Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan selain dapat memperbaiki kondisi geometrik jalan dalam rangka meningkatkan keselamatan pengguna jalan, diharapkan juga dapat mempercepat waktu tempuh dan menurunkan biaya logistik sehingga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat.
Proyek jalan elevated ini dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan dengan panjang 1,624 km dan dua jembatan sepanjang 400 meter.
Nilai kontrak proyek mencapai Rp138,5 miliar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
“Keberadaan jalan layang ini diharapkan dapat memangkas jarak tempuh antara Maros dan Bone, serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan lalu lintas,” ujarnya.
Selain itu, proyek ini juga diperkirakan dapat mempermudah distribusi barang dan jasa, khususnya angkutan logistik yang menghubungkan Makassar dengan Bone dan kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, seperti Sinjai, Soppeng, Wajo, Kendari, dan Kolaka.
Jalan Elevated Maros-Bone juga diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata, mirip dengan Jembatan Kelok 9 di Sumatera Barat, mengingat lokasinya yang berada di jalur menuju kawasan wisata Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
“Dengan adanya jalan layang ini, diharapkan arus wisatawan ke kawasan tersebut akan semakin lancar dan meningkat,” pungkasnya.
Laporan : Multazam











