120 Penyelam Kibarkan Merah Putih di Laut Sulamadaha Ternate

120 Penyelam Kibarkan Merah Putih di Laut Sulamadaha Ternate
upacara pengibaran bendera merah putih di bawah laut di perairan Sulamadaha, Ternate, Maluku Utara, Sabtu, 16 Agustus 2025. (Foto: Dok Kemendagri)

JURNAL LENTERA, TERNATE – Cara unik dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara bersama Wanita Selam Indonesia (WASI) dalam memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Mereka menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di bawah laut, tepatnya di perairan Sulamadaha, Ternate, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Sebanyak 120 penyelam dari Maluku Utara dan berbagai daerah ikut ambil bagian dalam upacara istimewa ini. Suasana khidmat terasa ketika bendera merah putih dikibarkan di dasar laut, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Upacara ditutup dengan parade bendera di bawah laut yang memukau.

BACA JUGA: Mendagri Pastikan Satgas Kopdeskel Merah Putih Dibentuk di Seluruh Daerah

BACA JUGA:  Pemerintah Pusat Akan Kembangkan Infrastruktur Industri Sulteng

Momen menarik terjadi saat Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, melakukan free diving dengan kostum ikan duyung sambil membawa bendera merah putih.

BACA JUGA: Mendagri Instruksikan Pemda Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber

Bendera tersebut kemudian diserahkan kepada Ketua WASI, Tri Tito Karnavian, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Tri mengatakan, kegiatan ini bukan hanya simbol menjaga kedaulatan negara. Tetapi, juga cara mengenalkan keindahan bawah laut Maluku Utara kepada dunia.

“Saya berharap upacara bendera di bawah laut ini dapat menjadikan Maluku Utara sebagai destinasi liburan laut nasional,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya rute penerbangan langsung Jakarta-Ternate dan Manado-Ternate, Maluku Utara berpotensi besar menjadi alternatif wisata bahari unggulan.

BACA JUGA:  Pemerintah Perkuat Kepastian Hukum Tanah Wakaf Lewat Sinergi Tokoh Agama

“Rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi pelestarian lingkungan laut, mulai dari transplantasi terumbu karang di Pantai Falajawa, pelepasan tukik, penanaman mangrove, hingga sosialisasi penanganan sampah plastik,” pungkasnya.

Laporan : Miswar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *