JURNAL LENTERA, PALU – Isu perebutan rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Sulawesi Tengah, pada 27 November 2024, tampaknya semakin menguat.
Belakangan ini, selain Irwan Lapatta yang telah menyatakan diri untuk ikut sebagai kontestan di Pilkada serentak Sulawesi Tengah, ada tiga nama lainnya sebagai kader partai berlambang pohon beringin yang disebut-sebut bakal ikut dalam perhelatan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur daerah setempat. Salah satunya adalah Hidayat Lamakarate, yang juga sebagai kader partai Golkar dan memiliki kartu tanda anggota (KTA).
Bahkan, nama Hidayat Lamakarate, juga masuk sebagai bakal calon yang disurvei oleh partai Golkar selain Irwan Lapatta. Nama Hidayat Lamakarate, juga dikaitkan dengan Almarhum bapaknya, Baso Lamakarate yang merupakan mantan Ketua DPD Golkar Kota Palu periode 1999-2004.
Menurut Irwan Lapatta, masing-masing partai mempunyai mekanisme. Partai Golkar hingga detik ini masih taat dengan mekanismenya. Semua yang dilakukan partai Golkar terkait siapa yang akan diusung pada Pilkada serentak di Sulawesi Tengah masih dalam prosedur dan mekanisme.
“Soal isu yang banyak beredar saat ini, saya pikir dalam sebuah politik sudah seperti itu,” ujar Irwan Lapatta, saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di kediamannya.
BACA JUGA: Rusdy Mastura-Ma’mun Amir Komitmen Jilid II di Pilkada Serentak Sulteng
Khusus partai Golkar, kata dia, tentunya mendorong kader untuk maju dalam perhelatan Pilkada serentak Sulawesi Tengah.
“Kader partai Golkar itu, ada dua nama. Saya sendiri bersama Arus Abd. Karim, yang kemudian dalam perjalanan politik ini, ada empat nama yang muncul,” katanya.
BACA JUGA: Berikut Jumlah TPS Pilkada Parigi Moutong Usai Ditetapkan KPU
Namun, menurutnya, partai Golkar hingga saat ini masih mempunyai kekuatan etika terhadap mekanisme. Jika berbicara persoalan kader, tentunya bukanlah kader yang dalam sehari bisa menjadi kader. Sebab, kader partai Golkar harus melalui ujian. Dimana harus mengabdi selama lima tahun sebagai kader partai Golkar.
“Sebagai kader partai, saya tentunya optimis,” tegas Irwan Lapatta.
Ia mengatakan, sebagai kader partai Golkar harus memiliki optimis dan percaya diri. Namun, seorang kader partai Golkar harus juga memiliki rasa tahu diri. Sehingga, antara rasa percaya diri dan tahu diri harus seimbang.
“Jangan kita percaya diri, tapi tidak tahu diri. Sebab bisa membahayakan kita sendiri. Tidak tahu diri itu, maksudnya tidak tahu dengan kekurangan dan apa kekuatan kita. Sebagai seorang kader, wajib untuk mampu membangun komunikasi, baik ditingkat provinsi maupun pusat,” tegas Irwan Lapatta.
Laporan : Roy L. Mardani











