JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Guru mata pelajaran (Mapel) perwakilan dari 23 kecamatan dibekali penyusunan soal berbasis literasi dan numerasi melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Menurut Kepala Bidang Manajemen SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, sejak 19-20 Mei 2025.
Bimtek tersebut, kata dia, melibatkan lima guru Mapel kelas 1-5 dari setiap kecamatan yang ditunjuk melalui Koordinator Wilayah (Korwil). Tujuannya untuk menyamakan persepsi dalam penyusunan soal ujian kenaikan kelas agar sesuai dengan capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka.
“Bukan berarti soalnya harus sama, tapi semua harus memahami prinsip penyusunan soal yang sesuai capaian dan indikator literasi-numerasi,” ujar Ibrahim mewakili Plt Kepala Disdikbud Parigi Moutong.
BACA JUGA: Tiga Ajang Bergengsi Siswa SMP Resmi Dibuka di Parigi Moutong
Ia mengungkapkan, selama ini masih ditemukan guru yang menyusun soal berdasarkan kurikulum lama seperti K13 dan KTSP. Sehingga, kegiatan Bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya penyesuaian dengan Kurikulum Merdeka.
BACA JUGA: Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi 200 Guru PAUD di Parigi Moutong
“Jangan sampai guru membuat soal yang tidak relevan. Sekarang harus jelas acuannya, agar tidak mengambang,” katanya.
Sebanyak 115 peserta kegiatan Bimtek tersebut, kata dia, diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa pengimbasan ke guru Mapel lainnya di wilayah masing-masing. Salah satu bentuk pengimbasan adalah menggelar pertemuan lanjutan dengan guru kelas 1-5 yang belum mengikuti Bimtek.
“Pemateri kami datangkan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah,” ungkapnya.
Untuk memastikan tindak lanjut berjalan efektif, Disdikbud Parigi Moutong nantinya memantau laporan RTL melalui grup WhatsApp. Mengingat, ujian semester kenaikan kelas akan digelar dalam waktu dua pekan ke depan, sehingga penyusunan soal harus segera rampung.
Menurutnya, penyusunan soal yang sesuai indikator literasi dan numerasi penting untuk meningkatkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) pendidikan.
“Itu juga menjadi pesan Plt Kepala Disdikbud Parigi Moutong. Jika capaian literasi dan numerasi siswa rendah, kita perlu menilai ulang, apakah karena siswa atau justru gurunya. Jadi kegiatan Bimtek tersebut, juga bagian dari evaluasi,” pungkasnya.
Laporan : Multazam











Respon (1)