JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Sebagai upaya dalam mendukung program pemerintah di setiap level, TP-PKK Parigi Moutong diimbau untuk bergerak cepat dan membantu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Salah satunya dalam pencapaian imunisasi dasar lengkap.
Menurut Ketua TP-PKK Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga Erwin, PKK memiliki tujuan pemberdayaan keluarga sebagai pilar utama pembangunan dengan seluruh programnya.
“Insya Allah, kami berkomitmen memastikan kebijakan pemerintah dapat terimplementasi hingga ke tingkat keluarga di desa,” ujar Hestiwati saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan pengukuhan ketua dan pengurus TP-PKK sekaligus pengukuhan tim pembina Posyandu Kabupaten Parigi Moutong yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-33 di auditorium Kantor Bupati setempat, Jum’at, 15 Agustus 2025.
Ia menuturkan, HKG PKK ke-33 bukan hanya sebagai momen perayaan perjalanan panjang PKK. Tetapi, juga bertujuan meneguhkan kembali pentingnya kontribusi PKK dalam mendukung program pemerintah.
“Melalui kesempatan ini, saya sangat berharap kerjasama dari pengurus PKK yang baru saja dilantik,” katanya.
BACA JUGA: Hestiwati Nanga Pimpin PMI Parigi Moutong, Fokus Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana dan Donor Darah
Menurutnya, TP-PKK Parigi Moutong harus mempunyai target yang harus dicapai. Contohnya, persoalan pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Parigi Moutong yang hingga saat ini masih berada di angka 13,1 persen.
BACA JUGA: Transformasi Generasi Parigi Moutong Melalui Program Makan Bergizi Gratis
Sehingga, penting bagi seluruh pengurus maupun anggota agar lebih mempelajari lagi fungsi PKK yang dinilainya sangat luar biasa.
Ia menjelaskan, salah satu funggsi PKK adalah melakukan pembinaan, edukasi hingga pendampingan. Misalnya dalam persoalan imunisasi 14 poin antigen. Di mana, setiap anak yang telah mendapatkan antigen imunisasi mengalami demam.
“Pada posisi seperti itulah seorang kader PKK menjalankan fungsinya untuk memberikan penjelasan kepada para orang tua anak yang telah mendapatkan imunisasi. Itulah hal yang paling susah. Seorang kader PKK harus memberikan penjelasan kepada para orang tua, mengapa anaknya demam atau panas setelah imunisasi dan harus menjelaskan pentingnya imunisasi secara lengkap,” jelas Hestiwati.
Tidak hanya itu, seorang kader PKK juga harus bisa memberikan penjelasan tujuan diberikannya imunisasi Bacillus Calmette-Guerin (BCG) dan polio hingga yang berkaitan dengan tujuan seorang anak harus diberikan imunisasi.
“Memberikan pemahaman pentingnya imunisasi adalah satu satu contoh kecil supaya anak-anak tidak gampang sakit dan meningkatkan kekebalan tubuh hingga mencegah penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi,” tandasnya.
Laporan : Roy Lasakka Mardani










