JURNAL LENTERA, JAKARTA – Pemerintah mempercepat penyaluran berbagai bantuan sosial menjelang akhir tahun. Tercatat lebih dari 27 juta keluarga penerima manfaat (KPM) telah menerima Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS).
Menurut Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, penyaluran BLTS dilakukan melalui bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia.
Sedangkan Bank Mandiri telah menyalurkan bantuan kepada 4.022.294 KPM, BNI kepada 5.147.530 KPM, BRI kepada 5.390.733 KPM, dan BSI kepada 489.698 KPM.
BACA JUGA: Pemerintah Pusat Bentuk Satgas Gabungan Kawal Revisi RTRW dan Perlindungan Lahan Sawah di Daerah
“Untuk PT Pos Indonesia tercatat sebagai penyalur terbesar dengan total 12.285.222 KPM,” ujar Gus Ipul sapaan akrabnya melalui keterangan tertulisnya, Jum’at, 21 November 2025.
BACA JUGA: Kemendes PDT Fokus Atasi Ketimpangan Infrastruktur Dasar di Pedesaan
Selain BLTS, pemerintah juga mempercepat distribusi bantuan reguler. Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako hingga saat ini telah diterima oleh 6.875.211 KPM, terdiri dari 6.091.958 KPM yang disalurkan melalui Himbara dan 783.253 KPM melalui PT Pos Indonesia.
Ia menyebut, masih ada 11.401.872 KPM yang belum menerima BPNT triwulan keempat dan kini menjadi prioritas percepatan.
Khusus bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk triwulan keempat telah disalurkan kepada 9.407.384 KPM. Namun, ia memastikan seluruh biaya penyaluran bansos ditanggung oleh pemerintah.
“Tidak ada pihak yang memotong hak masyarakat. Semua bantuan harus diterima utuh. Tidak boleh ada potongan dalam bentuk apa pun. Kami juga menargetkan seluruh bantuan dapat rampung tersalurkan secara tepat waktu dan tepat sasaran dalam beberapa pekan ke depan,” tandasnya.
Laporan : Multazam












Respon (1)