Example 970x250

Sulteng Bergerak Kejar Target Nasional Pengelolaan Sampah 2029

Sulteng Bergerak Kejar Target Nasional Pengelolaan Sampah 2029
Pertemuan bertema penguatan peran swasta dalam pengelolaan sampah yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup di salah satu hotel di Palu, Kamis, 4 Desember 2025. (Foto: BIRO ADPIM)

JURNAL LENTERA, PALU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan kesiapannya untuk bergerak aktif mengejar target nasional pengelolaan sampah 100 persen pada 2029. Hal itu, sebagaimana amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Komitmen tersebut ditegaskan di tengah capaian nasional yang baru berada di angka 51,2 persen hingga tahun ini.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng, Dra. Novalina, M.M., menekankan percepatan pengelolaan sampah ramah lingkungan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

BACA JUGA: Wagub Sulteng Ajak Perempuan Jadi Garda Terdepan Literasi Media

“Semoga kami mendapat arahan-arahan untuk menyatukan segala sumber daya yang ada demi mencapai target yang ditetapkan,” ujar Novalina mewakili Gubernur Sulteng pada pertemuan bertema penguatan peran swasta dalam pengelolaan sampah yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup di salah satu hotel di Palu, Kamis, 4 Desember 2025.

BACA JUGA: Investor Vietnam Kaji Lembah Napu Jadi Sentra Susu Terintegrasi di Sulteng

BACA JUGA:  Kejati dan BPK RI Sulteng Kolaborasi Ungkap Dugaan Korupsi Lahan Manggrove di Morowali

Ia mengungkapkan tantangan fiskal yang kembali dihadapi seluruh pemerintah daerah pada Tahun Anggaran 2026, akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Dampaknya, sejumlah alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam struktur APBD Provinsi Sulteng mengalami pengurangan cukup signifikan.

Meski demikian, Pemprov Sulteng tetap optimistis dan menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program-program prioritas nasional sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Insyaallah, kami berkomitmen. Kalau ada program dari kementerian akan kami laksanakan dengan sepenuh hati. Efisiensi bukan untuk menghentikan pembangunan, tetapi agar anggaran lebih fokus dan tepat sasaran,” katanya.

Sebagai bentuk konkret dukungan tersebut, Pemprov Sulteng menyatakan siap membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan dunia usaha dalam mengimplementasikan berbagai program aksi nyata pengurangan dan penanganan sampah secara kolaboratif.

Pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan bersama dalam mewujudkan pengelolaan sampah ramah lingkungan di Sulteng, melalui penguatan berbagai skema seperti bank sampah, TPS3R, rumah kompos, maggot Black Soldier Fly (BSF), Material Recovery Facility (MRF), dan inovasi pengelolaan sampah lainnya.

BACA JUGA:  PSSI: Jordi Amat dan Sandy Walsh Jalani Proses Naturalisasi Senin

“Semoga pengelolaan sampah di Sulteng berjalan dengan baik dan mencapai target yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Kegiatan ini menghadirkan peserta dari Dinas Lingkungan Hidup, perusahaan pemilik smelter, industri peleburan logam dan minyak sawit, pelaku usaha pemanfaat plastik daur ulang, serta Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI).

Laporan : Mifta’in

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *