JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Kabupaten Parigi Moutong berhasil menembus lima besar daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 2025, setelah mencatat capaian hingga 365,16 persen.
Capaian tersebut menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi daerah. Sekaligus menempatkan Parigi Moutong sebagai salah satu tujuan investasi yang mulai diperhitungkan di tingkat provinsi.
Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, mengatakan sinergi informasi, inovasi pelayanan, dan kolaborasi antar daerah menjadi kunci utama dalam mendorong percepatan investasi.
“Sehingga, sinergitas informasi, inovasi dalam pelayanan, serta kolaborasi antar daerah menjadi kunci utama dalam mendorong percepatan investasi,” ujar Abdul Sahid saat membuka rapat koordinasi daerah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) se- Sulteng di auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu, 11 April 2026.
Ia lantas menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta rakorda yang hadir di Parigi Moutong, sekaligus menegaskan kesiapan daerahnya menjadi tuan rumah kegiatan strategis tersebut.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami menjadi tuan rumah dalam kegiatan penting ini, sebagai bagian dari upaya bersama membangun menuju Sulteng Nambaso,” katanya.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak lagi cukup hanya mengandalkan potensi, tetapi harus mampu mengelola dan mengemasnya menjadi peluang investasi yang konkret dan berkelanjutan.
Parigi Moutong memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, perikanan dan kelautan, serta pariwisata berbasis alam dan budaya. Namun, potensi tersebut diakui belum sepenuhnya terkonversi menjadi investasi riil.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan perizinan berusaha serta memperkuat sistem informasi investasi yang terbuka dan terintegrasi, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng,” ungkapnya.
Melalui kegiatan rakorda ini, kata dia, diharapkan lahir langkah-langkah konkret dalam percepatan pelayanan investasi, strategi promosi daerah, serta pemerataan investasi di seluruh wilayah Sulteng.
“Investasi tidak mengenal batas administratif. Sehingga, sinergi antara Pemprov dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan pembangunan,” tandasnya.
Laporan : Miswar










