Dua Warga Sausu di Parigi Moutong Positif Malaria, Skrining Massal Dipercepat

Dua Warga Sausu di Parigi Moutong Positif Malaria, Skrining Massal Dipercepat
Pemeriksaan wabah malaria melalui RDT yang dilakukan pihak Puskesmas Sausu dan dipantau langsung oleh Kalak BPBD Parigi Moutong, Senin, 24 November 2025. (Foto: NOVITA RAMADHAN)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Kasus malaria kembali terdeteksi di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Satu warga dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) pada Senin, 24 November 2025.

Hal tersebut menambah jumlah kasus malaria di Kecamatan Sausu dalam sepekan yang meningkat menjadi dua orang.

Kasus malaria pertama ditemukan pada Jumat pekan lalu, menimpa seorang warga pendatang yang bermukim sementara di Dusun 4, Desa Sausu Tambu, Kecamatan Sausu.

BACA JUGA: Tiga Kasus Malaria Teridentifikasi di Parigi Moutong, Satgas Tingkatkan Pengawasan di Delapan Kecamatan

Sekretaris Desa Sausu Tambu, I Gusti Wijaya, mengatakan Rapid Diagnostic Test (RDT) massal di wilayahnya telah dimulai sejak Selasa pekan lalu. Sasaran pertama pemeriksaan dilaksanakan di Dusun 4.

BACA JUGA: Semarak Peringatan HKN ke-61 di Parigi Moutong, Layanan Kesehatan Gratis dan Edukasi Pelajar

“Dari hari Selasa kami mulai di Dusun 4 karena lingkungannya cukup kumuh. Di situ terdeteksi satu positif. Orangnya bekerja di tambang Tambarana dan langsung dibawa ke Puskesmas,” ujar Wijaya saat ditemui di lokasi pemeriksaan RDT.

Ia menjelaskan, sebagian besar warga Desa Sausu Tambu berprofesi sebagai petani dan nelayan. Hanya sedikit yang bekerja atau pernah bekerja di area pertambangan, yakni dua orang. Sedangkan lokasi pertambangan di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, sudah ditutup.

Dari total 1.925 penduduk yang tersebar di enam dusun, kata dia, Pemerintah Desa (Pemdes) menargetkan 80 persen warga mengikuti pemeriksaan.

“Targetkan sekitar 1.000 orang warga,” katanya.

Sementara itu, salah seorang perawat di Puskesmas Sausu, Ni Gusti Ayu Wismasari, mengatakan hingga hari ini sekitar 500 warga telah menjalani RDT. Dua warga yang dinyatakan positif ditemukan dalam kondisi sakit saat menjalani pemeriksaan. Yang bersangkutan langsung dianjurkan ke Puskesmas dan sudah dinyatakan sembuh.

Sedangkan satu orang lagi merupakan ibu rumah tangga. Pada saat menjalani pemeriksaan, juga dalam kondisi demam.

Ia menyebutkan, alat RDT yang dimiliki Puskemsas Sausu sebanyak 800 yang akan digunakan hingga 30 November mendatang. Sedangkan tingkat partisipasi warga menurutnya masih sangat baik. Sebab, sebelumnya telah dilakukan sosialisasi dari rumah ke rumah oleh Bidan Desa di beberapa dusun.

“Ibu Bidan Desa Susi Indriani memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya RDT untuk mencegah malaria. Bagusnya, tidak ada warga yang menolak. Tapi banyak dari warga yang sibuk,” tandasnya.

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *