Example 970x250

Cek Kesehatan Gratis Dimulai, Warga Parigi Moutong Kini Bisa Skrining Tanpa Biaya

Cek Kesehatan Gratis Dimulai, Warga Parigi Moutong Kini Bisa Skrining Tanpa Biaya
Peluncuran program CKG dirangkaikan dengan GAS Sehat Bersama Erwin-Sahid dan Masyarakat di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis, 18 Juni 2026. (Foto: Diskominfo Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Warga Kabupaten Parigi Moutong kini dapat memanfaatkan layanan skrining kesehatan tanpa biaya setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong resmi meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Program tersebut dilaksanakan secara serentak di 278 desa dan lima kelurahan sebagai upaya memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit.

Peluncuran program CKG ini dirangkaikan dengan Gerakan Aksi Serentak (GAS) Sehat Bersama Erwin-Sahid dan Masyarakat yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis, 18 Juni 2026.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, mengatakan program tersebut merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mempercepat pencapaian 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

“Kegiatan ini adalah langkah nyata untuk mempercepat pencapaian 12 SPM bidang kesehatan. Hari ini, saya secara resmi meluncurkan layanan CKG yang dimulai sejak 17 Juni dan dilaksanakan serentak di 278 desa serta lima kelurahan se-Parigi Moutong,” ujarnya.

Layanan CKG diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Sehingga, berbagai penyakit dapat dideteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Capaian pelayanan kesehatan Kabupaten Parigi Moutong sempat berada di peringkat pertama, namun dalam evaluasi terakhir turun ke posisi keempat.

Sehingga, ia mengajak seluruh jajaran kesehatan meningkatkan kinerja agar daerah tersebut kembali masuk peringkat terbaik.

BACA JUGA:  Wagub Sulteng Soroti Ketimpangan Ekonomi dan Penanganan Stunting

“Satu bulan lalu, posisi kita berada di peringkat keempat. Padahal saat awal pelantikan, kita pernah menduduki peringkat pertama. Pada evaluasi mendatang, kita harus berusaha naik kembali ke peringkat satu atau dua. Selain penilaian kinerja, ini bermanfaat bagi masyarakat untuk deteksi dini penyakit dan mencegah risiko yang lebih berat,” katanya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pemerintah kelurahan, hingga Tim Penggerak PKK agar program tersebut dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Dibutuhkan kerja sama pemerintah kecamatan, desa, kelurahan, dan seluruh unsur PKK agar manfaatnya sampai ke setiap keluarga. Semangatnya adalah bergerak serentak melayani masyarakat, mewujudkan Parigi Moutong yang sehat, maju, dan sejahtera,” ungkapnya.

Ia pun meminta seluruh fasilitas kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Bahkan, ia menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) menghitung kebutuhan anggaran untuk program pemulangan jenazah warga Parigi Moutong yang meninggal dunia di rumah sakit di Kota Palu.

“Tujuannya, agar pembiayaannya dapat ditanggung pemerintah mulai tahun depan,” tutur Erwin.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Parigi Moutong, Darlin, mengatakan Gerakan Aksi Serentak Sehat Bersama dirancang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan, memperluas deteksi dini penyakit, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendukung pencapaian indikator kesehatan daerah.

Sejumlah inovasi pelayanan kesehatan juga telah dijalankan selama setahun terakhir, di antaranya layanan ambulans gratis yang menangani 266 kasus pada 2025 dan 113 kasus sepanjang 2026.

BACA JUGA:  Bupati Sigi Hadiri Perayaan HUT PPNI ke-49

Selain itu, pengembangan Rumah Tunggu Rujukan di Makassar dari empat menjadi 12 kamar, serta layanan kesehatan bergerak yang telah menjangkau puluhan masyarakat di berbagai wilayah.

“Kami juga menerapkan program layanan simpatik dengan prinsip senyum, sapa, dan santun, serta menghadirkan materi edukasi kesehatan dalam bentuk video sinema berbahasa daerah agar informasi kesehatan lebih mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, kata dia, Gerakan Aksi Serentak Sehat Bersama akan menjadi metode baku dalam pelaksanaan skrining kesehatan di seluruh wilayah di Kabupaten Parigi Moutong.

“Hal itu sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *